Artikel ini bertujuan untuk membahas kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk implementasi program KOMPAK (Kompos Masyarakat Pintar dan Kreatif) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik di Desa Dukuh, Kabupaten Indramayu, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik meskipun potensi sumber daya yang tersedia cukup besar. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi dan workshop pembuatan kompos, dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, dari 64,6% sebelum kegiatan menjadi 95,3% setelah kegiatan. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap program tergolong sangat tinggi, dengan mayoritas peserta menyatakan tertarik untuk menerapkan praktik pengomposan secara mandiri. Program ini juga berhasil mendorong partisipasi aktif masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Selain itu, Program KOMPAK berkontribusi terhadap penguatan tata kelola lingkungan lokal serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan memiliki potensi strategis dalam mendorong perubahan perilaku dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026