Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi daerah terhadap pembangunan manusia dengan menempatkan kualitas demokrasi sebagai variabel mediasi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel terhadap 34 provinsi di Indonesia selama periode 2020–2024. Model estimasi terbaik ditentukan melalui uji Chow dan Hausman, yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model merupakan pendekatan yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan manusia. Selain itu, inovasi daerah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas demokrasi, sementara kualitas demokrasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan manusia. Hasil uji mediasi mengonfirmasi bahwa kualitas demokrasi berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara inovasi daerah dan pembangunan manusia. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi analisis mediasi kualitas demokrasi dalam model regresi data panel lintas provinsi yang mengaitkan inovasi daerah dan pembangunan manusia berbasis SDGs. Simpulan penelitian menegaskan bahwa inovasi daerah akan lebih efektif meningkatkan pembangunan manusia apabila didukung oleh kualitas demokrasi yang kuat. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah daerah tidak hanya mendorong inovasi kebijakan, tetapi juga memperkuat institusi demokratis yang inklusif dan akuntabel sebagai pilar pembangunan manusia berkelanjutan.
Copyrights © 2026