Kabupaten Boyolali adalah lanskap produksi kompleks dengan keterkaitan erat antara sektor pertanian, peternakan, perairan, dan pariwisata, namun sintesis ilmiah lintas sektornya masih sangat terbatas. Permasalahan utama mencakup fragmentasi kelembagaan, degradasi ekosistem perairan akibat polusi, konversi lahan produktif, serta lemahnya ekosistem inovasi dalam perumusan kebijakan berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review berbasis protokol PRISMA 2020 terhadap 42 artikel terindeks Scopus guna mengidentifikasi peluang inovasi dan hambatan struktural di wilayah tersebut. Analisis tematik mengungkap enam domain utama: pertanian organik, agribisnis susu, degradasi perairan, perubahan penggunaan lahan, ekowisata, dan tata kelola kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi ekonomi-ekologis Boyolali terhambat oleh masalah modal, eksternalitas lingkungan, dan integrasi lintas sektor yang lemah. Sebagai solusi, dirumuskan lima strategi operasional meliputi revitalisasi pertanian organik, restorasi daerah aliran sungai, transformasi rantai nilai susu, integrasi ekowisata, dan pembentukan tata kelola lanskap multipihak. Temuan ini menjawab tantangan melalui pemetaan peluang inovasi pada enam domain produksi serta identifikasi hambatan dalam lima kluster utama. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan pembangunan berbasis lanskap yang terpadu sangat krusial untuk meningkatkan keberlanjutan ekonomi sekaligus menjaga ketahanan ekosistem daerah secara menyeluruh di Kabupaten Boyolali demi masa depan yang lebih baik serta mewujudkan sinergi kuat bagi seluruh pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026