Industri kehutanan khususnya kegiatan pembagian batang oleh operator chainsaw memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kondisi lingkungan kerja yang berat, penggunaan alat mekanis, serta paparan kebisingan dan getaran alat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahaya dan menganalisis tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang dialami operator chainsaw pada kegiatan pembagian batang di hutan tanaman industri Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara dengan operator, dan analisis risiko menggunakan matriks peluang dan dampak berdasarkan hierarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 jenis bahaya utama, dengan 23 risiko terkait yang meliputi risiko fisik, kimia, dan ergonomi. Sekitar 71% risiko dikategorikan sedang dan 39% kategori tinggi, terutama risiko kebisingan chainsaw, getaran alat, paparan serbuk gergaji, dan asap pembakaran yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang seperti gangguan pendengaran, iritasi pernapasan, dan sindrom getaran tangan-lengan. Pengendalian risiko direkomendasikan berdasarkan hierarki pengendalian mulai dari eliminasi bahaya, substitusi metode kerja, rekayasa teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulannya, penerapan pengendalian risiko terpadu dan pelatihan keselamatan yang kontinu sangat penting untuk menurunkan tingkat risiko dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja operator chainsaw dalam kegiatan pembagian batang, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan operasional industri kehutanan.
Copyrights © 2026