Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil kinerja return antara strategi investasi aktif yang menggunakan indikator teknikal Moving Average (MA) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) dengan strategi pasif Buy and Hold pada empat perusahaan perbankan besar, yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020 sampai 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui simulasi backtesting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja strategi berbeda-beda tergantung pada karakteristik masing-masing saham. Strategi MA berkinerja lebih baik pada saham yang memiliki tren kuat, yaitu BMRI dengan keuntungan tertinggi sebesar 112,83%, tetapi mengalami kerugian ketika pasar tidak memiliki tren. Strategi MACD lebih efektif pada saham dengan volatilitas tinggi, seperti BBRI dan BBNI, karena mampu memanfaatkan momentum pergerakan harga. Sementara itu, strategi Buy and Hold terbukti paling optimal dan efisien pada saham dengan pergerakan harga yang stabil, yaitu BBCA, yang berhasil mengalahkan strategi aktif yang justru mengalami kerugian akibat sinyal yang salah (whipsaw). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tidak ada strategi investasi aktif yang pasti lebih baik untuk semua jenis saham. Efektivitas penggunaan analisis teknikal sangat tergantung pada kesesuaian antara jenis indikator yang digunakan dengan karakteristik pola pergerakan harga masing-masing saham. Penelitian ini memberikan manfaat praktis sebagai panduan bagi para investor dalam memilih strategi investasi yang sesuai dengan perilaku harga saham, sehingga dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan keuntungan di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.
Copyrights © 2026