Kebocoran pipa distribusi air merupakan permasalahan yang sering terjadi di PDAM Perumda Giri Tirta Gresik dan berdampak pada kehilangan air, gangguan pelayanan, serta peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kebocoran, menentukan tingkat risiko, dan menelusuri akar penyebab kegagalan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis penyebab utama secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan dengan nilai RPN tertinggi adalah kebocoran pada sambungan rumah (water meter) sebesar 336, diikuti oleh kebocoran akibat korosi pipa sebesar 324, dan retakan pipa akibat tekanan berlebih sebesar 252. Analisis FTA menunjukkan bahwa kebocoran dipengaruhi oleh faktor material, operasional, lingkungan, dan pemasangan. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan kualitas material, pengendalian tekanan air, perawatan berkala, serta perbaikan prosedur instalasi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air.
Copyrights © 2026