Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Mengenali Gaya Belajar: Sosialisasi dan Tes Gaya Belajar di UPT SDN 358 Gresik Darwanto, Didit Rachmat; Firman, Tsaqifa Nirwana; Purwanto, Purwanto
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 5 No. 02 (2025): IJCDH Vol 05 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v5i02.9694

Abstract

Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda dalam memahami dan menyerap informasi. Karakteristik gaya belajar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sensorik, motorik, serta gaya kognitif yang berbeda. Pendekatan pembelajaran yang beraneka ragam kurang efektif dalam mengakomodasi kebutuhan setiap siswa. Solusi untuk mengoptimalkan pembelajaran di pendidikan Sekolah Dasar yaitu dengan tes gaya belajar guna memahami cara terbaik setiap siswa menyerap, memproses, dan mengaplikasikan suatu informasi. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran siswa siswi UPT SD Negeri 358 Gresik mengenai pentingnya pemahaman tentang konsep gaya belajar. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kelas 4 (23 siswa) dan kelas 6 (6 siswa) UPT SDN 358 Gresik. Pengabdian masyarakat dengan metode wawancara, sosialisasi, dan tes gaya belajar. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan tes gaya belajar di UPT SDN 358 Gresik adalah mayoritas siswa kelas 4 (47,8%) dan kelas 6 (66,6%) dominan memiliki gaya belajar visual. Diharapkan pihak sekolah UPT SDN 358 Gresik dapat mempertimbangkan penerapan tes gaya belajar sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang berkelanjutan, sehingga metode pengajaran dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
REDESAIN AREA KERJA UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN KARYAWAN PADA KAFE RAGIL KUNING KOPI DENGAN METODE PARTISIPATORI Industri, Muhammad Naufal Hakim; Purwanto; Javier Rafif Nasrullah; Moh Abdu Robbin Nabi; Mega Rahayu Hardiyanti
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol. 5 No. 4 (2024): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang ulang area kerja di Kafe Ragil Kuning Kopi untuk meningkatkan kenyamanan kerja karyawan melalui pendekatan partisipatori. Permasalahan yang ditemukan meliputi pencahayaan berlebih, suhu ruangan yang tinggi, kebisingan, kurangnya privasi, dan penataan peralatan yang tidak optimal. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), observasi langsung, dan kuesioner untuk mendapatkan masukan dari karyawan. Karyawan dilibatkan secara aktif dalam proses evaluasi dan perancangan melalui sesi diskusi dan perancangan bersama (co-design). Hasil menunjukkan perlunya perbaikan tata letak dan lingkungan kerja, seperti pemasangan kaca film, ventilasi tambahan, pemasangan payon, dan penataan ulang peralatan. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah redesain menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan Paired Samples T-Test, yang menunjukkan peningkatan signifikan pada kenyamanan kerja, dari rata-rata 1,8-4,6 menjadi 3,73-4,8. Ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatori efektif menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis, efisien, dan meningkatkan produktivitas serta kepuasan kerja.
Pelatihan Kesadaran Lingkungan melalui Pemanfaatan Biopori dan Komposter bagi Jenjang SMK X Bungah Purwanto, Purwanto; Amalik, Ahmad Fauzal Ibnu; Rizqy, Nadaa Syifa Abyan; Ningrum, Dzakiah Widya; Rasyid, Harunur; Agustin, Soffiana
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2146

Abstract

Pengelolaan sampah organik di sekolah menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan dan penanaman jiwa cinta lingkungan volume sampah organik yang tinggi di SMK X Bungah menuntut adanya solusi berbasis partisipasi siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam mengelola sampah organik melalui penerapan teknologi lubang resapan biopori dan komposter. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), yang memungkinkan siswa mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan mempraktikkan langsung teknologi tersebut. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan praktik. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 78%, keterampilan praktik 82%, dan penurunan volume sampah organik di lingkungan sekolah. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan transfer pengetahuan, tetapi juga keberhasilan membangun kemampuan psikomotorik. Siswa tidak sebatas memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk nyata yang dapat langsung dimanfaatkan di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan dapat menjadi model implementasi pendidikan lingkungan berbasis aksi di sekolah kejuruan, keberhasilan program menjadi peluang untuk integrasi pembentukan tim lingkungan sekolah, serta pengembangan kemitraan dengan pemerintah desa dalam mewujudkan pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.
Redesain tempat masak ergonomis warga lanjut usia dengan metode partisipatori Purwanto, Purwanto
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 1 (2025): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i1.37952

Abstract

Elderly residents who live in lansia X homes use the kitchen as a kitchen places for cooking activities, and have complaints about height and slippery floor conditions, according to the elderly as many as 32% of cooking kitchen users representing the elderly population using purposive sampling, proposed design improvements for elderly cooking places taking into account the anthropometric size of elderly users, using a focus group approach discussion to facilitate the wishes and complaints experienced by the elderly, the shape and size of the proposed new design for the elderly kitchen by adding a foothold in front of the kitchen to facilitate cooking reach, with the width of the kitchen: 53 cm; Height: 132cm; length 53 cm, using anthropometric measurements, namely front arm reach (JTD) 53 cm; shoulder width(LB) (maximum) 43 cm; height (TB) 158 cm; elbow height (TS) 132 cm. The design is the result obtained from the first FGD, then the results of the second FGD explain the proposed new design of an elderly kitchen for elderly residents, by having a height, width, length according to body size by adding non-permanent footing facilities in front making it easier for users to reach the kitchen for activities cooking, floors that are designed to be safe and non-slippery, and additional cupboard facilities to make it easier to store cooking utensils, the results of the different test show a significant difference Sig (2-tailed) of 0.003 <0.05 indicating that the H1 hypothesis is accepted.
Identifikasi Kognitif Keselamatan Kerja Pada PT XYZ Dengan Metode Job Strain Index Purwanto, Purwanto; Rayhan, Ega; Abyan Rizqy, Nadaa Syifa; Ningrum, Dzakiah Widya; Rasyid, Harunur; Agustin, Soffiana
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 10 (2025): JPTI - Oktober 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1381

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri manufaktur, khususnya sektor baja yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan dan gangguan kesehatan akibat kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko ergonomi dan biomekanik pada pekerja divisi penataan dan pengelasan baja di PT XYZ dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Job Strain Index (JSI). Metode RULA digunakan untuk menilai risiko postur tubuh bagian atas, sedangkan JSI mengevaluasi ketegangan kerja pada lengan dan pergelangan tangan. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi visual, wawancara, serta pengukuran frekuensi kerja. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko tinggi hingga sangat tinggi, terutama operator pengangkatan baja dan pekerja pengecoran, dengan skor RULA mencapai 7 dan JSI lebih dari 300. Intervensi ergonomi berupa perbaikan desain meja-kursi, penggunaan alat bantu pengangkatan, serta pelatihan postur kerja terbukti menurunkan skor risiko secara signifikan. Rata-rata skor RULA menurun dari 6 menjadi 3–4, sedangkan JSI turun kurang lebih 40 poin setelah intervensi. Uji validitas instrumen menunjukkan hasil yang reliabel, dan uji statistik menegaskan adanya pengaruh signifikan dari perbaikan yang diterapkan. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi analisis ergonomi dalam sistem manajemen K3 guna meningkatkan keselamatan, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan khususnya dibidang besi dan baja.
Analisis Pegendalian Persediaan Material Maintenance, Repair, Operations (MRO) Dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) dan Metode Min-Max Inventory Control Dessy Dwi Fitriya Anggaraini; Efta Dhartikasari Priyana; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1313

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) merupakan sumber energi utama yang digunakan secara luas oleh rumah tangga, industri kecil, hingga sektor komersial di Indonesia, sehingga ketersediaannya sangat memengaruhi aktivitas masyarakat. PT X sebagai salah satu produsen minyak dan gas yang terintegrasi, menghadapi tantangan yakni pengadaan suku cadang Maintenance, Repair, and Operations (MRO) dengan lead time panjang, fluktuasi permintaan, serta kebutuhan yang sulit diprediksi namun harus tetap dipastikan bahwa produksi harus selalu berjalan, agar kebutuhan masyarakat tidak terhambat.. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan kebutuhan material agar proses produksi LPG berjalan lancar dan pasokan nasional terpenuhi. Metode yang digunakan adalah kombinasi Material Requirements Planning (MRP) dan Min-Max Inventory Control. MRP berfungsi merencanakan kebutuhan material berdasarkan jadwal produksi dari struktur Bill of Material, sedangkan Min-Max menetapkan batas minimum dan maksimum stok untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan biaya penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MRP dan Min-Max mampu menurunkan risiko kekurangan stok sebesar 35%, mengurangi biaya pengadaan darurat hingga 20%, serta meningkatkan keandalan pasokan suku cadang. Integrasi MRP dan Min-Max Inventory Control efektif dalam menjaga kelancaran produksi LPG, meminimalkan risiko operasional, dan mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Workshop Fabrikasi Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Nadaa Syifa’ Abyan Rizqi; Efta Dhartikasari; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1471

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah aspek yang sangat penting dalam kegiatan workshop fabrikasi yang memiliki risiko tinggi akibat penggunaan mesin, peralatan, dan proses kerja yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko K3 dalam aktivitas workshop fabrikasi di PT XYZ dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data Penelitian ini dilaksanakan melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan tenaga kerja serta perwakilan HSE, dan peninjauan dokumen pendukung berupa laporan insiden kecelakaan kerja serta standar operasional prosedur yang berlaku. Temuan penelitian mengindikasikan adanya empat klasifikasi utama kecelakaan kerja, yaitu luka bakar, cedera akibat gerinda, paparan asap atau gas berbahaya, dan gangguan muskuloskeletal. Berdasarkan penilaian risiko, tiga kategori kecelakaan berada pada tingkat risiko sedang, sedangkan gangguan muskuloskeletal termasuk dalam kategori risiko tinggi dengan nilai risiko tertinggi. Analisis HAZOP mengidentifikasi beberapa deviasi kritis, antara lain No PPE, More Heat, More Fume, No Guarding, dan Less Housekeeping. Rekomendasi untuk pengendalian risiko mencakup peningkatan disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri, perbaikan sistem ventilasi, inspeksi dan pemasangan pelindung mesin, peningkatan housekeeping, serta pelatihan keselamatan kerja secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai landasan bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian risiko dan memperkuat penerapan sistem manajemen K3 di lingkungan workshop fabrikasi.
Analisis Waste pada Proses Distribusi Menggunakan Metode Lean Distribution Guna Mengurangi Keterlambatan Distribusi Hose Industri: (Studi Kasus: CV Victory) Ega Fanany Al Gusta; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1480

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan (waste) pada proses distribusi hose industri di CV Victory yang sering mengalami keterlambatan dari target waktu pengiriman. Pendekatan Lean Distribution diterapkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuisioner kepada 15 responden, serta pemetaan proses menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time distribusi mencapai 144 jam, didominasi oleh aktivitas Necessary Non-Value Added (NNVA) berupa waktu menunggu dan transportasi. Berdasarkan pembobotan kuisioner, tiga waste paling kritis adalah Waiting, Motion, dan Transportation. Analisis Diagram Fishbone mengungkap akar penyebab berupa ketidakefisienan alur kerja, kurangnya fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pengelolaan informasi. Usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W1H, meliputi digitalisasi dokumen, perbaikan layout gudang, optimasi rute distribusi, serta penjadwalan ulang proses loading. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan lead time dan meningkatkan efektivitas distribusi perusahaan.
Evaluasi Kesesuaian Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Berdasarkan ISO 45001:2018 Menggunakan Metode Gap Analysis dan PDCA : (Studi kasus: PT Swabina Gatra) Muhammad Hafidz Bahaudin; Akhmad Wasiur Rizqi; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Swabina Gatra berdasarkan standar internasional ISO 45001:2018. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya kesenjangan praktis antara prosedur formal perusahaan dan implementasinya di lapangan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pihak manajemen HSE serta pekerja produksi. Instrumen evaluasi menggunakan checklist standar yang mencakup 26 subklausul ISO 45001:2018 untuk mengidentifikasi gap secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Swabina Gatra mencapai tingkat kesesuaian sebesar 73%, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Namun, masih ditemukan celah sebesar 27% pada tujuh klausul utama, seperti konteks organisasi, kebijakan K3, identifikasi bahaya, kompetensi, komunikasi internal dan eksternal, serta tindakan perbaikan. Temuan tersebut diintegrasikan ke dalam model perbaikan berkelanjutan berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun organisasi memiliki landasan implementasi yang kuat, penguatan koordinasi antarunit dan standardisasi prosedur investigasi insiden sangat diperlukan untuk mencapai kepatuhan standar yang menyeluruh serta menjamin lingkungan kerja yang aman secara berkelanjutan.
Analisis Risiko Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Menggunakan Metode House Of Risk (HOR) Pada Kemasan Cup 240 ml Dan Botol 600 ml Muhammad Maulana Abim Al Iskhaqi; Akhmad Wasiur Rizqi; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko yang menyebabkan terjadinya kecacatan produk serta menentukan prioritas strategi mitigasi pada proses produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di PT XYZ dengan menggunakan metode House of Risk (HOR). Fokus penelitian meliputi produk kemasan cup 240 ml dan botol 600 ml yang masih mengalami berbagai jenis defect, seperti lid tidak presisi, cup ganda, kebocoran cup, botol penyok, botol bocor, dan tutup tidak sesuai. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner untuk menilai tingkat severity dan occurrence. Hasil analisis HOR fase 1 menunjukkan adanya 6 risk event dan 12 risk agent, dengan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) tertinggi pada A12 (botol tipis dan deform), diikuti oleh A2 dan A9 sebagai prioritas utama. Pada HOR fase 2, strategi mitigasi PA6 memiliki nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETD) tertinggi sehingga menjadi alternatif paling efektif untuk diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian kualitas yang difokuskan pada sumber risiko utama mampu menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.