Studi ini meneliti bagaimana transformasi digital meningkatkan kinerja usaha kecil dan menengah (UKM) di Jakarta, Indonesia. Menanggapi bukti yang tidak konsisten tentang nilai kinerja adopsi digital, studi ini mengembangkan model integratif yang menempatkan literasi digital sebagai anteseden, dan strategi biaya rendah, strategi diferensiasi, dan kemampuan adaptif sebagai mekanisme mediasi. Survei kuantitatif lintas sektoral dilakukan kepada 500 pemilik dan manajer UKM yang telah menerapkan setidaknya satu bentuk transformasi digital, termasuk e-commerce, pemasaran digital, pembayaran digital, sistem berbasis cloud, sistem akuntansi, atau analitik data sederhana. Sebanyak 425 tanggapan valid dianalisis menggunakan SPSS v.26 untuk statistik deskriptif dan SmartPLS v.4 untuk pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial. Temuan mendukung keenam hipotesis. Transformasi digital secara langsung meningkatkan kinerja UKM, literasi digital secara signifikan mendorong transformasi digital, dan transformasi digital memediasi hubungan antara literasi digital dan kinerja. Strategi biaya rendah, strategi diferensiasi, dan kemampuan adaptif juga secara signifikan memediasi hubungan transformasi digital-kinerja. Studi ini menyimpulkan bahwa adopsi digital menciptakan hasil kinerja yang lebih kuat ketika dikombinasikan dengan keterampilan digital manusia, posisi kompetitif, dan kemampuan adaptasi organisasi
Copyrights © 2026