Penggunaan batu bara sebagai bahan bakar utama dalam industri semen telah menimbulkan permasalahan lingkungan dan efisiensi energi, terutama karena emisi karbon dioksida (CO₂) yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk mengkaji pengaruh penambahan bahan bakar alternatif (alternative fuel/AF) terhadap konsumsi batu bara dan emisi CO₂ dalam proses produksi semen. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data konsumsi bahan bakar, nilai kalor, dan emisi gas CO₂ sebelum dan sesudah penggunaan AF selama tiga bulan (Agustus–Oktober 2023). Variabel utama dalam penelitian ini adalah volume batu bara dan bahan bakar alternatif, serta besaran emisi CO₂. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif seperti sekam padi, serbuk kayu, dan limbah tembakau secara signifikan mampu menurunkan konsumsi batu bara hingga 40.605 ton dan mengurangi emisi CO₂ sebesar 97.452 ton. Kesimpulannya, substitusi sebagian batu bara dengan bahan bakar alternatif terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan dampak lingkungan proses produksi semen, serta mendukung transisi industri menuju produksi yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026