Luchis Rubianto
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN BAKU ALTERNATIF TERHADAP KUALITAS DAN EFISIENSI PRODUKSI SEMEN DI PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Nabila Priska Permadani; Luchis Rubianto; Jaenuri Jaenuri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7293

Abstract

Industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi CO₂ global sebesar 5-8%, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi proses dan keberlanjutan melalui pemanfaatan bahan baku alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi bahan baku alternatif terhadap kualitas dan efisiensi produksi semen di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Metode penelitian menggunakan analisis data sekunder yang diperoleh dari unit Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), dan Perencanaan Bahan Produksi (PBP) di Plant Tuban Unit Section of RKC 1 selama periode September-Desember 2024. Variabel yang dikaji meliputi komposisi kimia klinker, parameter fisika semen, efisiensi produksi, konsumsi energi, serta faktor klinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fly ash, bottom ash, dan paper sludge memberikan pengaruh positif terhadap kualitas klinker dengan nilai Lime Saturation Factor (LSF) sebesar 99,26%-101,71%, Silica Ratio (SR) rata-rata 2,2, dan Alumina Ratio (AR) rata-rata 1,62. Parameter fisika menunjukkan waktu ikat awal 140-207 menit dan kuat tekan maksimum 489 kg/cm². Efisiensi produksi berkisar 54,04%-83,52% dengan efisiensi energi rata-rata 79,98% dan efisiensi klinker 66,18%-69,86%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku alternatif mampu meningkatkan efisiensi produksi, mempertahankan kualitas semen, serta mendukung keberlanjutan melalui penurunan faktor klinker dan emisi karbon.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN DI PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Adinda Sabrina Maharani; Luchis Rubianto; Jaenuri Jaenuri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7297

Abstract

Penggunaan batu bara sebagai bahan bakar utama dalam industri semen telah menimbulkan permasalahan lingkungan dan efisiensi energi, terutama karena emisi karbon dioksida (CO₂) yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk mengkaji pengaruh penambahan bahan bakar alternatif (alternative fuel/AF) terhadap konsumsi batu bara dan emisi CO₂ dalam proses produksi semen. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data konsumsi bahan bakar, nilai kalor, dan emisi gas CO₂ sebelum dan sesudah penggunaan AF selama tiga bulan (Agustus–Oktober 2023). Variabel utama dalam penelitian ini adalah volume batu bara dan bahan bakar alternatif, serta besaran emisi CO₂. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif seperti sekam padi, serbuk kayu, dan limbah tembakau secara signifikan mampu menurunkan konsumsi batu bara hingga 40.605 ton dan mengurangi emisi CO₂ sebesar 97.452 ton. Kesimpulannya, substitusi sebagian batu bara dengan bahan bakar alternatif terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan dampak lingkungan proses produksi semen, serta mendukung transisi industri menuju produksi yang lebih berkelanjutan.
PENGARUH VARIASI DOSIS PAC TERHADAP PENURUNAN KADAR TSS DAN TURBIDITY PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK GULA SECARA KOAGULASI DAN FLOKULASI Hani Dwi Setyowinanti; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7977

Abstract

Pelepasan limbah cair industri gula secara langsung ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai dapat menyebabkan dampak kerusakan yang cukup serius. Metode koagulasi flokulasi sering digunakan untuk mengatasi masalah ini, dan dosis koagulan yang tepat sangat penting dalam efisiensi prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana berbagai dosis dari Poly Aluminium Chloride (PAC) memengaruhi pengurangan nilai total suspended solid (TSS) dan kekeruhan (turbidity) pada limbah cair tersebut, serta menemukan dosis PAC yang paling efektif sebagai alternatif pengganti koagulan ACME Chemical Z1393. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen dalam skala laboratorium menggunakan jar test kit dengan variabel utama yang diuji adalah dosis PAC yaitu mulai dari 1000 ppm hingga 8000 ppm. Sampel limbah cair yang digunakan diambil dari kolam adjustment pond salah satu pabrik gula di Indonesia. Proses koagulasi flokulasi meliputi pengadukan cepat (120 rpm selama 15 menit), pengadukan lambat (30 rpm selama 5 menit), serta proses pengendapan selama 30 menit sebelum dilakukan analisis turbidity dan TSS. Peningkatan dosis PAC dalam penelitian ini secara signifikan menurunkan kadar turbidity dan TSS pada limbah cair dengan efisiensi tertinggi pada dosis 8000 ppm, yaitu 85,17% untuk turbidity dan 81,72% untuk TSS. Dibandingkan dengan koagulan ACME Chemical Z1393 yang memiliki efisiensi penurunan turbidity sebesar 84,80% dan TSS sebesar 76,53%, PAC pada dosis 8000 ppm tersebut dapat digunakan sebagai alternatif pengganti yang lebih efektif dari koagulan ACME Chemical Z1393 namun perlu adanya pertimbangan dari aspek ekonomi karena dosis PAC yang tinggi dapat meningkatkan biaya operasional.
STUDI LITERATUR PENGARUH SUHU PEMANASAN DAN JENIS KATALIS TERHADAP PRODUKSI MINYAK PIROLISIS SAMPAH PLASTIK Sania Sania; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.72

Abstract

Sampah Plastik dapat dikonversi menjadi minyak dengan menggunakan proses hydrocracking, thermal cracking dan catalytic cracking (pirolisis dengan katalis). Minyak hasil proses tersebut dapat diaplikasikan sebagai bahan bakar minyak untuk rumah tangga maupun kendaraan. Proses pirolisis menghasilkan karakteristik produk yang beragam karena adanya faktor yang mempengaruhi reaksi seperti metode yang digunakan,suhu proses, jenis plastik, penggunaan katalis, maupun komposisi bahan baku. Produk minyak dianalisis menggunakan GCMS, sedangkan katalis diaktivasi dan dikarakterisasi menggunakan BET, XRD, dan XRF. Sifat minyak bahan bakar dibandingkan dengan standar bahan bakar konvensional sebagai evaluasi proses yang telah dilakukan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang sesuai dalam konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak, katalis yang dapat meningkatkan hasil yield, serta untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan dan jenis katalis terhadap produksi minyak limbah plastik. Hasil dari studi literatur ini adalah metode yang optimal digunakan untuk konversi sampah plastik menjadi bahan bakar adalah metode catalytic cracking sampah PET dengan katalis zeolit alam
PERHITUNGAN NERACA MASSA, NERACA PANAS DAN EFISIENSI PADA ROTARY KILN UNIT KERJA RKC 3 PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. Amiruz Zahidin; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.114

Abstract

PT. Semen Indonesia Tbk. (Persero) merupakan salah satu pabrik yang menghasilkan semen sebagai bahan baku pembangunan atau konstruksi dari skala kecil sampai proyek yang skala besar, yang mana bahan utama 80% batu kapur, 15% tanah liat dan 5% campuran lainnya. Dimana terdapat beberapa proses yang terjadi meliputi proses crusher, raw mill, kiln, finish mill dan packing. Proses kiln adalah salah satu proses bagian dari proses pembentukan semen setengah jadi. Kiln yang digunakan jenis rotary kiln untuk proses kering dengan sistem continue. Evaluasi rotary kiln dilakukan untuk mengetahui kinerja proses kalsinasi pada alat rotary kiln yang mana akan mempengaruhi dalam hal pembentukan klinker dalam hal waktu proses hingga beban pada biaya proses. Dari hasil perhitungan akan diperoleh efisiensi alat rotary kiln. Dengan metode perhitungan neraca massa, neraca panas dan efisiensi alat, dengan suhu oprasi 900oC – 1450oC dan masssa bahan 526.625 kg.
STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK PRODUK PENGOLAHAN DAUR ULANG PLASTIK Syafniar Auliya Reza Marisma; Ahmad Sabila Salim; Luchis Rubianto; Ari Suryaedi Mulya Wibawa
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i1.180

Abstract

Produksi sampah nasional terus meningkat seiring dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu jenis sampah yang menjadi perhatian adalah sampah plastik. Upaya untuk mengurangi permasalahan sampah yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan sampah menjadi bahan baku kembali. Pokok permasalahan dalam kasus ini untuk menentukan pengaruh penambahan daur ulang dan menentukan rasio penambahan ulang yang sesuai terhadap bulk density, melt flow index, kekuatan tekan dan kekuatan tarik spesimen. Kajian ini menggunakan bahan murni dan daur ulang nya. Bahan tersebut dicampur dengan daur ulang yang jenis nya sama, kemudian dilakukan proses injeksi dengan menggunakan mesin injeksi kapasitas produksi. Mesin injeksi tersebut membentuk spesimen. Kemudian dilakukan uji bulk density, uji melt flow index, uji tekan dan uji tarik. Hasil dari studi literatur ini adalah penggunaan daur ulang berpengaruh pada karakteristik yang dikaji berupa bulk density, melt flow index, kekuatan tekan, dan kekuatan tarik. Semakin banyak penggunaan daur ulang maka karakteristiknya akan semakin menurun. Penggunaan daur ulang yang sesuai sebaiknya tidak melebihi 40% dan menggunakan variasi daur ulang satu kali. Berdasarkan standar karakteristik yang dikaji yaitu PT Berlina Tbk., ASTM D1238I, ASTM D790, ASTM E8.
PENGARUH SUHU PIROLISIS DAN KONSENTRASI AKTIVATOR NaCl TERHADAP KUALITAS ADSORBEN ARANG AKTIF BERBAHAN DASAR LIMBAH TEMPURUNG KELAPA Millenina Sulung Hanavia; Cokorda Istri Anjani Meliati; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.325

Abstract

Pencemaran air akibat limbah cair berwarna merupakan masalah serius. Masalah ini disebabkan oleh limbah tersebut tidak dapat terurai secara alami. Salah satu metode yang mudah digunakan dalam pengolahan limbah adalah dengan cara adsorpsi menggunakan arang aktif yang dibuat dari limbah tempurung kelapa. Arang aktif ini dibuat dari arang hasil proses pirolisis dan diimplementasikan untuk menyerap warna pada limbah cair berwarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator larutan NaCl terhadap kualitas arang aktif dengan memperhatikan proses pirolisis yang dilakukan pada variasi suhu 300℃, 325℃, dan 350℃ selama 120 menit. Lalu diaktivasi dengan larutan NaCl sebesar 30%, 35%, dan 40% selama 24 jam. Variasi suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator tersebut dapat ditentukan kualitas arang aktif yang baik dalam penyerapan limbah cair berwarna dengan proses adsorpsi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kualitas arang aktif (sesuai SNI.06-3730-1995) yang dipengaruhi oleh suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator larutan NaCl memberikan pengaruh terhadap penurunan warna limbah. Hasil penelitian menunjukkan arang aktif terbaik dihasilkan pada suhu 325oC dengan konsentrasi aktivator larutan NaCl 35%, daya serap warna pada limbah cair berwarna terbaik sebesar 99,78%.
PENGARUH JUMLAH MASSA BONGGOL JAGUNG DAN LAMA WAKTU PENGADUKAN HIDROLISIS HCL TERHADAP NILAI GLUKOSA PADA PEMBUATAN BIOETANOL Richy Ahmad Muzakky; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.448

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan menyebabkan berkurangnya cadangan minyak bumi. Bioetanol dapat diartikan sebagai bahan kimia yang di produksi dari bahan pangan yang mengandung pati, seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sagu. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam energi terbarukan. Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai glukosa dari pengaruh jumlah massa bonggol jagung sebesar 5,10,15,20,25 g dan juga pengaruh waktu pengadukan hidrolisis sebesar 60 menit dan 90 menit pada pembuatan bioetanol dari limbah jagung (bonggol jagung). Dalam pembuatan bioetanol kali ini memiliki tahapan-tahapan dalam pembuatan nya yaitu tahapan proses persiapan bahan baku, proses hidrolisis HCl, pembuatan bakteri aktif mikroorganisme, proses fermentasi, proses distilasi, proses analisa. Dan pada penelitian ini melakukan proses analisa menggunakan refractometer guna mengetahui kadar gula yang didapatkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil yang terbaik sebesar 15% pada variabel massa 25 gram dan lama waktu pengadukan sebesar 90 menit.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI H2SO4 TERHADAP KADAR GLUKOSA PADA PEMBUATAN BIOETANOL DARI TONGKOL JAGUNG Chandra Maulana Juniar Kiswanto; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.452

Abstract

Tingginya konsumsi energi masyarakat menyebabkan ketersediaan bahan bakar semakin menipis. Alternatif terbaru sebagai pengganti minyak bumi yang dibutuhkan salah satunya adalah bioetanol. Sumber pembuatan bioetanol berasal dari bahan yang banyak mengadung struktur gula yang dapat diubah menjadi etanol. Bahan baku bioetanol berasal dari biomasa berupa sumber selulosa dari tongkol jagung. Tongkol jagung sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber bioetanol, karena kandungan senyawa tongkol jagung yaitu selulosa 41%, hemiselulosa 36%, lignin 6% dan komponen lainnya 17% . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tongkol jagung sebagai bahan baku bioetanol dan mengetahui pengaruh waktu fermentasi juga pengaruh konsentrasi H2SO4 terhadap kadar bioetanol dari tongkol jagung. Langkah utama yang paling penting dalam penelitian ini adalah pretreatment, langkah ini diperlukan untuk mendegradasi lignin dengan menggunakan basa berupa NaOH. Tahap selanjutnya adalah hidrolisis asam, pada tahap ini terjadi pemecahan polisakarida lignoselulosa yaitu selulosa menjadi glukosa. Hidrolisis asam dilakukan dengan menggunakan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 0,2; 0,5; dan 1N. Kadar glukosa terbaik kemudian divariasikan dengan waktu fermentasi yang optimal. Pada penelitian ini dihasilkan kadar glukosa paling tinggi terdapat pada konsentrasi 0,25% dengan waktu fermentasi selama 5 hari sebesar 13%. Hal ini menunjukan bahwa tongkol jagung masih kurang optimal sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.
DESAIN CYCLONE DUST COLLECTOR UNTUK UPAYA MEMPERBAIKI SIRKULASI UDARA DAN MENGURANGI KOROSI PADA AREA PROSES PRODUKSI Ariella Syifa' Vania; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4951

Abstract

Dalam proses produksi, bahan baku dan kondisi lingkungan akan sangat mempengaruhi kualitas produk maupun peralatan yang ada. Setiap bahan memiliki sifat dan kandungan yang berbeda, ada yang bersifat asam, basa, maupun garam. Dari bahan-bahan yang memiliki sifat berbeda ini akan saling bereaksi dan menyebabkan efek samping, salah satunya korosi. Korosi itu sendiri dapat terjadi akibat kondisi lingkungan yang bersuhu tinggi, kelembapan tinggi, dan juga pengaruh dari bahan baku yang dipakai. Dari proses produksi yang dilakukan di industri, dapat diasumsikan bahwa penyebabnya adalah suhu lingkungan dan kelembapan yang cukup tinggi dan terdapat kandungan garam tinggi pada bahan baku yang kemudian menempel pada peralatan dan menyebabkan korosi. Oleh karena itu, perlu perancangan sistem baru agar dapat mengurangi masalah korosi ini. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan ulang sistem sirkulasi udara  agar dapat mengurangi emisi debu yang ada dilingkungan produksi dan dapat mengurangi terjadinya korosi pada peralatan dalam waktu singkat. Dimana dengan adanya cyclone ini diharapkan mampu mengurangi debu pada area proses dan mengurangi korosi pada peralatan. Dari data pengamatan dan eksperimen mengenai kandungan bahan dan kondisi lingkungan, dapat digunakan untuk merancang kembali sistem sirkulasi udara agar lebih efektif dan baik. Pada pra rancangan unit cyclone kali ini, proses yang digunakan dalam menentukan dimensi cyclone adalah Standard Cyclone Dimensions yang dikembangkan oleh Lapple pada tahun 1940-an. Berdasarkan pra rancangan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa cyclone yang dirancang memiliki efisiensi sebesar 100% dengan cyclone yang dipasang berjumlah 5. Dari penambahan cyclone ini akan memperbaiki sirkulasi udara dan korosi yang ada pada area produksi yang disebabkan oleh debu proses.