Evaporator merupakan sebuah perangkat yang sangat krusial dalam proses produksi gula pasir, alat ini digunakan untuk memekatkan nira dengan cara menguapkan kandungan air di dalamnya. Pada PT Krebet Baru II, terdapat lima buah evaporator dengan konfigurasi feed forward dimana media pemanas masuk pada Badan Pemanas pertama bersamaan dengan nira mentah. PT PG Krebet Baru II menggunakan media pemanas berupa uap bekas yang telah digunakan untuk memutar turbin pada proses co-generation. Uap bekas masuk pada Badan Pemanas mengalir pada bagian tube evaporator untuk menukarkan panasnya pada nira sehingga sebagian kandungan air dalam nira akan mengalami penguapan. Uap yang terbentuk pada proses di Badan Pemanas pertama dilakukan proses bleeding untuk digunakan sebagai media pemanas juice heater dan vacuum pan, sisa dari uap yang tidak dilakukan proses bleeding akan dialirkan menuju ke Badan Pemanas berikutnya untuk melanjutkan proses pemekatan nira. Proses ini berlangsung hingga ke Badan Pemanas V dimana uap yang terbentuk akan dikondensasi menggunakan jet condenser. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kecukupan luas permukaan Badan Pemanas pada stasiun penguapan yang terpasang apabila dibandingkan dengan hasil perhitungan secara teoretis pada kapasitas giling 5.800 TCD. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dengan metode trial-error hingga mencapai deviasi relatif kurang dari 5%. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan temuan bahwa untuk kapasitas giling 5.800 TCD, luas permukaan Badan Pemanas terpasang sudah mencukupi untuk memekatkan nira mentah dari 13°Brix menjadi 62°Brix. Luas permukaan total terpasang sebesar 8.550 m2 sudah berada di atas luas permukaan total teoretis sebesar 7.325 m2 dengan sisa luas permukaan panas tersisa sebesar 1.225 m2.
Copyrights © 2026