Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor gula menunjukkan bahwa produksi pemanis dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif pemanis berbasis bahan baku lokal yang efisien dan berkelanjutan. High Fructose Syrup (HFS) merupakan salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan, namun penentuan kapasitas produksi dan pemilihan proses yang tepat menjadi aspek penting untuk menjamin kelayakan teknis dan ekonomis industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas produksi serta melakukan seleksi proses pabrik HFS berbasis pati biji nangka. Perhitungan kapasitas produksi dilakukan berdasarkan proyeksi data konsumsi, produksi, impor, dan ekspor, sedangkan seleksi proses dilakukan melalui evaluasi beberapa alternatif metode hidrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang layak adalah sekitar 10.000 ton/tahun. Proses hidrolisis enzimatik dan isomerisasi enzimatik dipilih sebagai metode terbaik karena memiliki tingkat konversi tinggi, kondisi operasi yang moderat, serta lebih ramah lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa biji nangka berpotensi sebagai bahan baku lokal dalam pengembangan industri HFS yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026