Ari Susanti
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PABRIK HIGH FRUCTOSE SYRUP DARI PATI BIJI NANGKA Aliya Cholifah; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7452

Abstract

Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor gula menunjukkan bahwa produksi pemanis dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif pemanis berbasis bahan baku lokal yang efisien dan berkelanjutan. High Fructose Syrup (HFS) merupakan salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan, namun penentuan kapasitas produksi dan pemilihan proses yang tepat menjadi aspek penting untuk menjamin kelayakan teknis dan ekonomis industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas produksi serta melakukan seleksi proses pabrik HFS berbasis pati biji nangka. Perhitungan kapasitas produksi dilakukan berdasarkan proyeksi data konsumsi, produksi, impor, dan ekspor, sedangkan seleksi proses dilakukan melalui evaluasi beberapa alternatif metode hidrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang layak adalah sekitar 10.000 ton/tahun. Proses hidrolisis enzimatik dan isomerisasi enzimatik dipilih sebagai metode terbaik karena memiliki tingkat konversi tinggi, kondisi operasi yang moderat, serta lebih ramah lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa biji nangka berpotensi sebagai bahan baku lokal dalam pengembangan industri HFS yang berkelanjutan. 
PEMANFAATAN PASIR OTTAWA REJECT DENGAN PENGUJIAN KUAT TEKAN MENGGUNAKAN STANDAR ASTM DAN ISO Aulia Priya Amanda; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7455

Abstract

Pasir Ottawa standar banyak digunakan sebagai material acuan dalam pengujian kuat tekan mortar semen karena memiliki kestabilan sifat fisik dan kimia yang tinggi. Namun, ketergantungan terhadap impor pasir tersebut menimbulkan kendala dalam aspek logistik dan biaya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomis pemanfaatan pasir Ottawa reject sebagai alternatif material dalam pengujian kuat tekan mortar semen. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental kuantitatif antara pasir Ottawa standar dan pasir Ottawa reject pada tujuh jenis semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, dan 28 hari mengacu pada standar ASTM C109 dan ISO 679, sementara analisis kandungan kimia dilakukan dengan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil menunjukkan bahwa pasir Ottawa reject memiliki kadar SiO₂ sebesar 96,14% dan persentase lolos ayakan 600 μm sebesar 96,53%, yang memenuhi kriteria ASTM C778. Nilai kuat tekan mortar yang menggunakan pasir Ottawa reject berada pada kisaran rating 4–5 terhadap nilai assigned value, menunjukkan hasil yang presisi dan dapat diterima. Selain itu, pemanfaatan pasir reject juga berpotensi memberikan efisiensi biaya hingga sekitar Rp 54.000.000. Oleh karena itu, pasir Ottawa reject dinilai layak digunakan sebagai alternatif agregat halus untuk uji kuat tekan mortar secara teknis maupun ekonomis.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PABRIK KARBON AKTIF DARI SERBUK GERGAJI KAYU Dewi Rifia Zalsabitha; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3763

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam berupa kayu, hal tersebut mendorong munculnya banyak industri pengolahan kayu. Dengan banyaknya industri pengolahan kayu, limbah yang dihasilkan dari pengolahan tersebut juga semakin banyak. Saat ini, pengolahan limbah serbuk gergaji kayu belum maksimal dilakukan dan hanya akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu yaitu sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Karbon aktif dari serbuk gergaji kayu dapat digunakan sebagai adsorben untuk menghilangkan zat pencemar pada limbah. Tujuan studi literatur ini yaitu menentukan seleksi proses dan kapasitas pabrik untuk mengetahui proses terbaik agar pabrik yang didirikan tidak mengalami kerugian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode grading untuk menentukan seleksi proses dan perhitungan pertumbuhan rata-rata untuk menentukan kapasitas pabrik. Berdasarkan metode grading, karbon aktif dengan proses pembakaran pirolisis serta aktivasi menggunakan aktivator kimia merupakan pilihan terbaik karena lebih ekonomis serta efisien. Sedangkan untuk perhitungan kapasitas pabrik didapatkan hasil sebesar 8.100 ton/tahun.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SERBUK GERGAJI DENGAN KAPASITAS 8100 TON/TAHUN Amalia Putri Dwi Rahmayanti; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4182

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara kaya akan sumber daya alam berupa kayu yang sering digunakan untuk berbagai keperluan industri khususnya industri mebel (furniture). Salah satu limbah industri mebel (furniture) yang banyak dihasilkan ialah berupa serbuk gergaji. Limbah ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi karbon aktif karena adanya kandungan selulosa dan lignin yang dapat mengikat ion logam berat. Pemanfaatan karbon aktif banyak digunakan di berbagai industri, diantaranya sebagai adsorben polutan limbah dan logam berat. Hadirnya karbon aktif diharapkan dapat menaikkan nilai jual serbuk gergaji serta dapat memenuhi kebutuhan karbon aktif dalam negeri sehingga mampu menekan angka impor di Indonesia dalam bidang Industri Kimia. Pra rancangan pabrik karbon aktif serbuk gergaji ini berkapasitas 8100 ton/tahun dengan waktu operasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Tujuan analisis ekonomi dalam pra rancangan pabrik ini adalah untuk memperoleh perkiraan (estimasi) mengenai kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pada pabrik tersebut serta untuk mengetahui kebutuhan modal investasi sebagai pertimbangan investor untuk memberikan investasinya terhadap pabrik yang akan dibangun. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19,61%, nilai Pay Out Time (POT) setelah pajak selama 2,7 tahun, nilai Break Even Point (BEP) sebesar 42%, nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 18%, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 30,12%. Karena nilai ROI dan IRR yang diperoleh lebih besar dari bunga pinjaman bank yaitu sebesar 30% maka pabrik termasuk layak untuk didirikan.
ANALISIS EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KARBON AKTIF DARI BAHAN BAKU TONGKOL JAGUNG DENGAN KAPASITAS 38.000 TON/TAHUN Shahnaz Putri Isnaini; Nanik Hendrawati; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4189

Abstract

Dalam era industri seperti sekarang, industri kimia mengalami pertumbuhan yang meningkat, yang mengakibatkan peningkatan permintaan akan bahan baku industri, bahan kimia, dan tenaga kerja. Salah satu bahan baku yang dibutuhkan dalam industri kimia adalah produk turunan dari jagung. Di Indonesia, produksi jagung selama lima tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49% per tahun. Dalam konteks produksi jagung yang besar ini, penggunaan jagung yang berlebihan menyebabkan peningkatan limbah tongkol jagung yang berpotensi mencemari lingkungan. Tongkol jagung yang mengandung senyawa karbon tinggi, terutama selulosa (41%) dan hemiselulosa (36%), menunjukkan bahwa tongkol jagung dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Melihat banyaknya kebutuhan karbon aktif didalam negeri maka direncanakan pendirian pabrik karbon aktif di Indonesia. Pendirian pabrik karbon aktif ini mempunyai prospek yang bagus di masa mendatang baik untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri maupun untuk ekspor. Analisis ekonomi pada pendirian pabrik karbon aktif bertujuan untuk menunjukkan kelayakan pendirian pabrik karbon aktif dari bahan baku tongkol jagung dengan kapasitas 38.000 ton/tahun dan mengidentifikasi potensi keuntungan dari pabrik tersebut. Hasil perhitungan analisis ekonomi menunjukkan bahwa Total Capital Investment (TCI) pabrik ini sebesar Rp278.512.508.590,69 sedangkan Total Production Cost (TPC) sebesar Rp253.802.470.649,73. Laba kotor yang dihasilkan adalah Rp126.197.529.350,00 dan laba bersih sebesar Rp82.334.394.078,00. Tingkat pengembalian modal (ROI) sebelum dan sesudah pajak adalah masing-masing 57% dan 37%. Pabrik ini akan mencapai titik impas (BEP) pada kapasitas sebesar 42,3%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, prarancangan pabrik kimia ini dianggap layak untuk didirikan.
DESAIN HEATER PADA PRANCANGAN PABRIK KIMIA PRODUKSI KARBON AKTIF DARI SERBUK GERGAJI KAYU KAPASITAS 8000 TON/TAHUN Mir'atul Jannah; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4191

Abstract

Proses pembuatan karbon aktif dari serbuk gergaji kayu mempunyai beberapa tahap yaitu tahap pretreatment, tahap pirolisis, tahap aktivasi dan packaging. Pada tahap pretreatment dilakukan pengeringan pada serbuk gergaji hingga kadar airnya mencapai 5% dari berat total serbuk gergaji. Tujuan pengeringan pada serbuk gegaji pada rotary dryer dibantu oleh heater untuk memanaskan udara kering. Oleh karena itu, diperlukan desain heater yang sesuai dengan kondisi operasi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain heater pada prarancangan pabrik kimia produksi karbon aktif dari serbuk gergaji kayu kapasitas 8000 ton/tahun.  Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan tipe heater adalah double pipe heat exchanger (DPHE) dengan dimensi ukurannya yaitu dengan dimensi ukuran 43 in2, NPS 3, nomor schedule 40, diameter dalam pipa 3,068 in, diameter luar pipa 3,5 in, panjang pipa 20 ft, dan jumlah hairpin 4 buah. Perhitungan desain heater ini diharapkan dapat menjadi acuan desain kebutuhan alat penukar panas pada prarancangan pabrik kimia yang memproduksi karbon aktif dari serbuk gergaji kayu kapasitas 8000 ton/tahun.
PROSES PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SERBUK GERGAJI KAYU DARI DAERAH MALANG, MENGGUNAKAN AKTIVATOR NaOH Aliffudin Priambudi; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4885

Abstract

Serbuk gergaji adalah granulasi yang tercipta saat menggergaji kayu, limbah serbuk gergaji sangat potensial dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif karena mengandung senyawa karbon yang menyebabkan serbuk gergaji kayu dapat mengikat ion logam berat. Proses pembuatan karbon aktif terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap persiapan bahan, tahap pirolisis, dan tahap aktivasi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum pembuatan karbon aktif dari serbuk gergaji kayu dengan memvariasikan massa serbuk gergaji kayu dan konsentrasi aktivator terhadap kualitas karbon aktif yang diperoleh. Tahap persiapan bahan berupa proses pencucian dan pengeringan serbuk gergaji kayu. Kemudian dilanjutkan proses karbonasi dilakukan dengan metode pirolisis pada suhu 225°C selama 2 jam. Hasil pirolisis serbuk gergaji kayu dihaluskan kemudian diayak dengan ukuran 60 mesh. Setelah itu dilanjutkan proses aktivasi menggunakan aktivator NaOH dengan variasi konsentrasi 0,1 N; 0,5 N; dan 1 N. Analisis karbon aktif yang diperoleh berupa analisis kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, kadar fixed carbon dan daya serap iodine. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi NaOH dan massa serbuk gergaji yang menghasilkan karbon aktif berkualitas tinggi ditentukan berdasarkan SNI 06-3730-1995 massa 1.000 g dengan konsentrasi aktivasi NaOH 1 N. Kadar air karbon aktif yang dihasilkan sebesar 14,1%, kadar abu sebesar 8,6%, kadar volatile matter sebesar 24,1%, kadar fixed carbon sebesar 46,8%, dan daya serap iodine sebesar 932 mg/g.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK SIRUP GLUKOSA KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN Bhineka Agustina Wulandari; Adinda Resti; Amelia Umi Rahmawati; Fidela Ghani Prasetyo; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6927

Abstract

Kebutuhan pangan di Indonesia terus meningkat akibat dari populasi yang padat. Peningkatan kebutuhan gula adalah salah satu yang paling signifikan. Produksi gula nasional meningkat semula 2,35 juta ton pada tahun 2021 menjadi 6,48 juta ton di tahun 2022. Peningkatan ini disebabkan oleh konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan industri makanan minuman. Indonesia harus mengimpor gula karena kekurangan stok di dalam negeri. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengurangi impor adalah dengan menghasilkan gula glukosa dari tepung tapioka, yang berasal dari ubi kayu. Produksi ubi kayu Indonesia telah meningkat pesat sejak 1980, naik dari 97,51 kuintal/hektar menjadi 260,23 kuintal/hektar pada 2019. Ada potensi besar untuk produksi glukosa lokal dengan produksi tepung tapioka antara 15-16 juta ton/tahun. Pembuatan sirup glukosa menggunakan tepung tapioka akan mengurangi kebutuhan impor dan menciptakan pekerjaan baru dan mendorong industri makanan, minuman, dan farmasi berkembang. Pabrik ini memiliki kapasitas 30.000 ton/tahun dan memiliki waktu operasi 330 hari. Analisis ekonomi pra rancangan pabrik ini memiliki tujuan menentukan perkiraan tentang kelayakan dari menginvestasikan modal dalam kegiatan produksi pabrik. Kemudian, analisis ini juga bertujuan untuk menentukan jumlah modal investasi yang diperlukan sebagai pertimbangan investor saat mereka berinvestasi pada pabrik yang akan dibangun. Pabrik tersebut layak untuk didirikan karena nilai ROI setelah pajak sebesar 66,7%, POT setelah pajak selama 2,08 tahun, BEP sebesar 23%, SDP sebesar 12%, dan Internal Rate of IRR sebesar 40,77%. diperoleh. Nilai ini lebih besar dari bunga pinjaman bank.
PERANCANGAN COOLER UNTUK PENURUNAN SUHU PRODUK HIGH FRUCTOSE SYRUP BIJI NANGKA Anggini Islamiach Anugerah Putri; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7250

Abstract

Pemanfaatan biji nangka sebagai bahan baku High Fructose Syrup (HFS) merupakan salah satu strategi dalam pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah. Dalam proses produksinya, tahap pendinginan HFS setelah evaporasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan produk dan mencegah degradasi termal. Perancangan ini bertujuan untuk merancang sistem pendingin menggunakan Shell and Tube Heat exchanger (STHE) dengan material Carbon Steel SA 283 Grade C. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data suhu, laju alir, dan sifat fisik fluida, serta perhitungan area perpindahan panas, koefisien perpindahan panas, dan pressure drop. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh luas area perpindahan panas sebesar 316,17 ft² dan beban panas sebesar 287.244,803 Btu/jam, dengan koefisien perpindahan panas keseluruhan sebesar 14,731 Btu/jam.ft².°F. Nilai luas perpindahan panas yang melebihi 200 ft² menjadi dasar pemilihan STHE sebagai tipe heat exchanger yang dipilih. Material Carbon Steel SA 283 Grade C dipilih karena sifat mekaniknya yang baik, kemudahan fabrikasi, serta ketersediaannya yang luas dan ekonomis. Hasil ini menunjukkan bahwa rancangan STHE yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan pendinginan HFS secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan industri.