Pemakaian steam (uap panas) pada industri gula relatif besar, khususnya pada unit process house yang terdiri dari proses pemurnian, penguapan, kristalisasi, dan puteran. Pemakaian steam yang berlebihan menyebabkan inefisiensi energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsumsi steam di PG Modjopanggoong dengan metode pinch technology untuk meningkatkan efisiensi energi. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap yaitu pengumpulan data dari unit process house, perhitungan, dan analisis data. Pengumpulan data meliputi suhu, kapasitas aliran bahan, dan perhitungan entalpi dari aliran panas dan dingin. Data dianalisis menggunakan pendekatan composite curve untuk menentukan pinch point dan kebutuhan minimum energi (Qmin). Penerapan pinch technology efektif untuk mengidentifikasi kondisi optimum penggunaan energi panas, layak diterapkan untuk teknik evaluasi peningkatan efisiensi energi di pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinch point berada pada suhu 115°C, dengan nilai heat recovery mencapai 72,714 MW dari potensi maksimum 75,211 MW. Kebutuhan utilitas pemanas eksternal sebesar 0 MW, dan kebutuhan utilitas pendingin minimum sebesar 2,497 MW. Nilai Steam on Cane (SOC) sebesar 43% menunjukkan bahwa konsumsi steam berada di bawah ambang batas efisiensi industri, yang menandakan efisiensi energi yang baik tanpa kebutuhan bahan bakar tambahan selain bagasse.
Copyrights © 2026