Pelepasan limbah cair industri gula secara langsung ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai dapat menyebabkan dampak kerusakan yang cukup serius. Metode koagulasi flokulasi sering digunakan untuk mengatasi masalah ini, dan dosis koagulan yang tepat sangat penting dalam efisiensi prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana berbagai dosis dari Poly Aluminium Chloride (PAC) memengaruhi pengurangan nilai total suspended solid (TSS) dan kekeruhan (turbidity) pada limbah cair tersebut, serta menemukan dosis PAC yang paling efektif sebagai alternatif pengganti koagulan ACME Chemical Z1393. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen dalam skala laboratorium menggunakan jar test kit dengan variabel utama yang diuji adalah dosis PAC yaitu mulai dari 1000 ppm hingga 8000 ppm. Sampel limbah cair yang digunakan diambil dari kolam adjustment pond salah satu pabrik gula di Indonesia. Proses koagulasi flokulasi meliputi pengadukan cepat (120 rpm selama 15 menit), pengadukan lambat (30 rpm selama 5 menit), serta proses pengendapan selama 30 menit sebelum dilakukan analisis turbidity dan TSS. Peningkatan dosis PAC dalam penelitian ini secara signifikan menurunkan kadar turbidity dan TSS pada limbah cair dengan efisiensi tertinggi pada dosis 8000 ppm, yaitu 85,17% untuk turbidity dan 81,72% untuk TSS. Dibandingkan dengan koagulan ACME Chemical Z1393 yang memiliki efisiensi penurunan turbidity sebesar 84,80% dan TSS sebesar 76,53%, PAC pada dosis 8000 ppm tersebut dapat digunakan sebagai alternatif pengganti yang lebih efektif dari koagulan ACME Chemical Z1393 namun perlu adanya pertimbangan dari aspek ekonomi karena dosis PAC yang tinggi dapat meningkatkan biaya operasional.
Copyrights © 2026