Teh herbal dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki potensi sebagai minuman antioksidan, namun kandungan dan aktivitas antioksidannya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan rasio komposisi kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap kualitas fisik, karakteristik organoleptik, kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan pada teh herbal celup. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu variasi ukuran partikel (18, 29, dan 45 mesh) dan rasio massa kayu secang:rosella (2:1 dan 1:1). Uji yang dilakukan berupa uji kualitas fisik (kadar air, kadar abu total, kadar abu larut air), uji organoleptik, uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (pengukuran IC₅₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran mesh yang lebih besar berpengaruh meningkatkan kadar air, tidak mempengaruhi kadar abu total, dan memiliki nilai IC50 lebih besar, sedangkan rasio kayu secang:rosella 1:1 tidak berpengaruh terhadap kadar air, namun menghasilkan kadar abu lebih tinggi dan nilai IC50 yang lebih besar dibandingkan rasio 2:1. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ukuran partikel 45 mesh dan rasio 2:1 menghasilkan kualitas terbaik, dengan kadar air 7,42%, kadar abu total 6,20%, kadar abu larut air 65,99%, serta nilai IC₅₀ sebesar 91,02 ppm. Teh herbal ini telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam SNI 3836:2013 tentang teh kering dalam kemasan. Formulasi ini berpotensi sebagai minuman fungsional kaya antioksidan.
Copyrights © 2026