Dyah Ratna Wulan
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI TEH HERBAL CELUP ANTIOKSIDAN DARI KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) Eunike Tri Kinasih Widi; Alfa Fida’a Lazzuardi; Khofifah Widarwati; Dyah Ratna Wulan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7990

Abstract

Teh herbal dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki potensi sebagai minuman antioksidan, namun kandungan dan aktivitas antioksidannya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan rasio komposisi kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap kualitas fisik, karakteristik organoleptik, kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan pada teh herbal celup. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu variasi ukuran partikel (18, 29, dan 45 mesh) dan rasio massa kayu secang:rosella (2:1 dan 1:1). Uji yang dilakukan berupa uji kualitas fisik (kadar air, kadar abu total, kadar abu larut air), uji organoleptik, uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (pengukuran IC₅₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran mesh yang lebih besar berpengaruh meningkatkan kadar air, tidak mempengaruhi kadar abu total, dan memiliki nilai IC50 lebih besar, sedangkan rasio kayu secang:rosella 1:1 tidak berpengaruh terhadap kadar air, namun menghasilkan kadar abu lebih tinggi dan nilai IC50 yang lebih besar dibandingkan rasio 2:1. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ukuran partikel 45 mesh dan rasio 2:1 menghasilkan kualitas terbaik, dengan kadar air 7,42%, kadar abu total 6,20%, kadar abu larut air 65,99%, serta nilai IC₅₀ sebesar 91,02 ppm. Teh herbal ini telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam SNI 3836:2013 tentang teh kering dalam kemasan. Formulasi ini berpotensi sebagai minuman fungsional kaya antioksidan.
ANALISIS PENGARUH TEKANAN UAP BEKAS TERHADAP KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS SISTEM EVAPORATOR 5 EFEK PADA PG KEDAWOENG, PASURUAN Moch. Ichsan Ardiansyah; Agung Suwandi Wijaya; Dyah Ratna Wulan; Agus Suwito
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.320

Abstract

Pabrik Gula Kedawoeng memiliki kapasitas produksi 2.400 TCD. Kristal gula diperoleh dari evaporasi nira bertingkat 5 efek (quintuple-effect evaporator) bersuplai pemanas berupa uap bekas ketel. Parameter keberhasilan unit evaporator adalah konsentrasi nira produk 64% brix. Namun, pada kondisi tertentu ditemukan nira 58% brix yang diakibatkan perubahan tekanan uap bekas dari 0,6 kg/cm2 menjadi 0,4 kg/cm2. Tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik perpindahan panas akibat perubahan tekanan uap bekas terhadap konsentrasi nira tiap efek. Penelitian dilakukan dengan perhitungan neraca panas dengan data eksperimental: brix nira, temperatur uap, laju uap, dan titik didih nira. Didapatkan panas total sistem pada tekanan 0,6 kg/cm2 dan 0,4 kg/cm2 berturut-turut 470.823,06 kJ/kg dan 453.088,55 kJ/kg. Tren nilai U semakin turun tiap efek, dengan tekanan uap bekas lebih yang lebih rendah. Hal yang sama ditemui pada laju perpindahan panas, dengan beda nilai yang insignifikan. Area pemanas tiap efek dihitung pada tekanan 0,4 kg/cm2 berturut-turut sebesar 1806,095 m2; 900,37 m2; 943,45 m2; 941,33 m2; 438,68 m2, sedangkan tekanan 0,6 kg/cm2 area pemanas sebesar 1650,63 m2; 816,08 m2; 806,7 m2; 757,78 m2; 679,37 m2. Area pemanas pada tekanan 0,4 kg/cm2 bernilai lebih tinggi dari keadaan aktual sebesar 1800 m2 untuk efek 1 dan 900 m2 untuk efek 2 – 5, berdampak pada transfer panas yang tidak maksimal. Area pemanas dan panas total sistem pada tekanan 0,6 kg/cm2 diharapkan dapat menjadi parameter kontrol proses tambahan untuk mencapai konsentrasi nira produk 64% brix.
ANALISIS VARIABEL PROSES YANG DIPENGARUHI OLEH TEKANAN UAP BEKAS QUINTUPLE EFFECT SYSTEM EVAPORATOR DI PG KEDAWOENG, PASURUAN Agung Suwandi Wijaya; Moch. Ichsan Ardiansyah; Dyah Ratna Wulan; Agus Suwito
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.330

Abstract

Indonesia adalah negara agraris yang memiliki potensi pertanian, salah satu hasil pertanian negara Indonesia adalah tebu. Pabrik Gula (PG) Kedawoeng merupakan salah satu pabrik pengolahan gula milik BUMN yang dibawahi oleh PT Perkebunan Nusantara XI yang ada di Jawa Timur. Proses pembuatan Gula Kristal Putih (GKP) pada PG Kedawoeng melewati beberapa tahap yaitu; proses diffuser (penggilingan), pemurnian, penguapan, pemasakan, pemutaran, dan proses pengemasan atau tahap akhir. Tekanan uap bekas optimum yang diterapkan PG Kedawoeng adalah sebesar 0,6 kg/cm2, pada proses lapangan yang terjadi terdapat perbedaan variabel tekanan uap bekas hingga berkurang menjadi 0,4 kg/cm2. Tujuan analisis tekanan uap bekas ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil %brix keluaran stasiun penguapan dan variabel proses lain akibat adanya perbedaan tekanan uap bekas yang dihasilkan. Metode untuk penentuan %brix serta laju massa nira kental sulfitasi (NKS) yaitu menggunakan perhitungan neraca massa multiple effect evaporator. Hasil dari analisis yang dilakukan adalah pada tekanan Ube optimum 0,6 kg/cm2 kadar %brix NKS sebesar 64%, laju alir NKS 28,52 ton/jam, dengan titik didih nira sebesar 78,4°C sedangkan pada tekanan Ube 0,4 kg/cm2 kadar %brix NKS sebesar 58%, laju alir NKS 24,75 ton/jam, dengan titik didih nira sebesar 63,2°C. Hasil analisis diharapkan dapat menjadi acuan agar stasiun penguapan pada PG Kedawoeng dapat terus berjalan dengan kondisi optimum.
ANALISIS NILAI TRANSFER PANAS DALAM HEAT EXCHANGER TYPE 1-1 SHELL AND TUBE ALIRAN COUNTER CURRENT MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Reza Dyota Ahmad; Donny Ivananda; Ramadhani Santoso; Dyah Ratna Wulan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2688

Abstract

Unit PLTA memanfaatkan turbin untuk mengkonversi energi kinetik air menjadi energi listrik. Arus alternatif yang terbentuk oleh turbin dikonversi oleh transformator menjadi arus bertegangan tinggi. Proses konversi ini disertai peningkatan suhu akibat hysteresis losses yang perlu diminimalisir menggunakan alat penukar panas berjenis heat exchanger type 1-1 shell and tube dengan aliran counter current. Analisis terhadap heat exchanger dapat dilakukan oleh laboratorium virtual Computational Fluid Dynamics yang terbilang praktis dan hemat biaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai transfer panas dalam heat exchanger pada berbagai suhu dan laju alir fluida panas masuk. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Fluent Ansys 2022 R2 dengan variabel bebas berupa laju alir (0,01; 0,5; 0,1 kg/s) dan suhu masuk fluida panas (383; 388; 393 K) serta variabel tetap berupa laju alir (0,8 kg/s) dan suhu fluida dingin masuk (293 K). Dari hasil analisis yang telah dilakukan, nilai transfer panas yang diberikan kepada fluida dingin akan semakin besar seiring dengan peningkatan laju alir dan suhu fluida panas masuk. Fluida panas dengan laju alir 0,1 kg/s dan suhu 393 K memberikan nilai transfer panas tertinggi sebesar 18974,27 W yang baik untuk mengoptimalkan kinerja alat penukar panas pada unit PLTA.
ANALISIS FMEA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MODIFIKASI PUNCH UNIT MESIN BP-321 Bernadetta Indira Saraswati; Brahmansyah Diar Rosiarto; Dyah Ratna Wulan; Profiyanti Hermien Suharti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4186

Abstract

PT Otsuka Indonesia merupakan perusahaan asing dibidang industri farmasi, dengan produk utama cairan infus dan obat-obatan terapetik. Cairan infus yang dihasilkan dalam skala kecil biasa disebut dengan SVP (Small Volume Parenteral) dikemas dalam kemasan primer plastik berbentuk ampul dengan volume 10 – 25 ml. Pembuatan cairan dan wadah ampul melalui beberapa tahapan proses seperti persiapan dan pengadukan, blow-fill-seal (BFS), pengemasan, dan penyimpanan. Seiring perjalanan waktu, standar regulasi pembuatan produk ampul semakin berkembang, salah satunya adalah penggantian material kemas primer dari LDPE (Low Density Polyethylene) menjadi LDPP (Low Density Polypropylene) yang dinilai mampu menjaga nilai stabilitas dan sterilitas produk. Produksi ampul menggunakan mesin BP-321 pada proses BFS dengan punch unit lama hanya bisa memotong ampul bermaterial LDPE, namun tidak bisa memotong LDPP yang lebih keras. Sehingga, perusahaan memodifikasi mesin dengan mengganti punch unit lama dengan external punch unit pada mesin BP-321 untuk proses BFS produksi ampul. Untuk mendukung keputusan tersebut, perusahaan melakukan analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang memungkinkan industri membuat keputusan diperlukan atau tidaknya penambahan external punch unit. Setelah dilakukan analisis FMEA dengan dengan perolehan Risk Priotity Number sebesar 720,72, maka perlu dilakukan penambahan external punch unit pada mesin BP-321.
PERHITUNGAN EFISIENSI TOTAL KEBUTUHAN AIR DI UNIT UTILITAS PADA INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN Yoga Tri Widianto; Profiyanti Hermien Suharti; Dyah Ratna Wulan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4385

Abstract

Total Water Utilisation atau pemanfaatan penggunaan total air merupakan salah satu program yang sangat penting untuk keberlangsungan proses produksi. Program ini juga akan sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan penggunaan air terutama dalam skala produksi dan lingkungan. Input dan Output air pada unit  produksi harus dilakukan pengecekan agar didapatkan data penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total penggunaan air pada unit  produksi agar penggunaan air tetap optimal. Perhitungan penggunaan air dilakukan dengan melakukan pengambilan data secara langsung dalam setiap jam selama 1 shift, dilanjutkan dengan melakukan pengolahan data menggunakan aplikasi Microsoft excel untuk mengetahui data total input, total output, dan target penggunaan air sehingga diketahui total penggunaan air unit  produksi. Dalam project tersebut didapatkan data 15 hari sampling dengan 7 hari dinyatakan penggunaan air tidak sesuai dengan standar. Standar penggunaan air yang diperlukan pada setiap proses produksi ditentukan dengan cara mengetahui total produk yang sesuai standar atau layak dipasarkan kemudian mengkonversi dalam satuan liter dan dikali dengan 1,2 yang merupakan ketetapan yang ditentukan industri. Penggunaan air yang melebihi standar yang ditentukan menyebabkan terjadinya kerugian dalam aspek financial.
EVALUASI KEBUTUHAN UAP PEMANAS PENDAHULUAN PADA STASIUN PEMURNIAN PG KEBON AGUNG MALANG Trian Caesar Bimantara; Dyah Ratna Wulan; Muhammad Alaik Nailal Huda
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6878

Abstract

Heat exchanger merupakan alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan temperatur antara dua fluida atau lebih. Prinsip kerja dari heat exchanger adalah fluida dengan temperatur yang lebih tinggi akan memindahkan panas ke fluida dengan temperatur yang lebih rendah. Pada stasiun pemurnian terdapat peningkatan temperatur menggunakan alat pemanas pendahuluan (PP) dengan tipe shell and tube heat exchanger. Pada proses pemurnian temperatur nira mentah yang masuk pada pemanas pendahuluan tidak sesuai dengan kondisi optimal seperti pada desain, di industri gula temperatur nira perlu diperhatikan, sehingga diperlukan perhitungan neraca massa, neraca panas, dan kebutuhan steam agar temperatur nira jernih yang dihasilkan sesuai dengan kondisi operasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan steam pada pemanas pendahuluan 0, 1, dan 2 pada proses pemurnian. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengambil data desain dan data aktual lalu dilakukan perhitungan. Data aktual yang diperlukan adalah kapasitas giling, brix nira mentah, tekanan uap bekas, tekanan uap akhir, dan temperatur nira pada setiap pemanas pendahuluan. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebutuhan steam pada PP 1, 2, dan 3 secara berturut – turut adalah 13,90; 18,59; dan 21,38 ton/jam. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kenaikan kebutuhan steam yang cukup tinggi pada PP – 0 dan PP – 1.
ANALISIS PENGARUH FLOW RATE INLET TERHADAP KADAR AMONIA DAN COD PADA PLANT AMONIA REMOVAL PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK Alfina Sisilia; Dyah Ratna Wulan; Amran Halim
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7185

Abstract

PT. Pupuk Kujang Cikampek (persro) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk urea. Produksi pupuk urea menghasilkan limbah amonia yang berasal dari bocoran perbaikan dan buangan dari PO1 – PO IV (saluran pembuangan limbah pabik). Limbah yang mengandung amonia ini biasanya berkonsentrasi 1000-3000 ppm, diolah kemudian dibuang ke sungai Cikaranggelam. Pengolahan limbah amonia di plant amonia removal menggunakan amonia stripper untuk mereduksi kadar amonia hingga di bawah 0,75 kg/ton dan COD (Chemical Oxygen Demand) di bawah 3 kg/ton, sehingga aman dibuang dan sesuai peraturan pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh flow rate inlet terhadap kadar amonia dan COD pada plant amonia removal. Flow rate inlet (FI-A) diatur pada 60.000‒20.000 L/jam. Kemudian pada outlet, kandungan amonia dan COD air limbah dianalisis. Dari uji t satu sampel secara statistik menunjukkan bahwa flow rate tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar amonia, tetapi berpengaruh signifikan terhadap COD. Flow rate inlet di bawah 45.000 L/jam menghasilkan nilai kadar amonia dan COD yang telah memenuhi PERMEN LHK No. 5. Flow rate inlet 45.000 L/jam pada amonia stripper dapat menurunkan kadar amonia 99% dan COD 97% menghasilkan https://www.adenomyosisadviceassociation.org/hysterectomy kadar amonia sebesar 0,604 kg/ton dan COD sebesar 0,02 kg/ton pada outlet. Pengaturan flow rate pada plant amonia removal PT. Pupuk Kujang Cikampek berperan penting terhadap penurunan kadar amonia dan COD.