Kerusakan bahan pangan akibat pengaruh fisika, kimia, dan biologi dapat diminimalisir melalui penggunaan kemasan edible film yang terbuat dari tepung glukomanan sehingga aman bagi kesehatan dan juga ramah lingkungan. Namun, edible film dari tepung glukomanan mudah terkontaminasi gas, kurang elastis, dan rawan sobek, sehingga perlu bahan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh bahan tambahan edible film dari tepung glukomanan untuk memperoleh edible film yang sesuai dengan standar. Penelitian ini pembuatan edible film melalui metode eksperimental yang meliputi tahapan pencampuran seluruh bahan, pemanasan suhu 80 , pencetakan larutan dan pengeringan suhu 60 . Analisis dilakukan dengan menggunakan variabel bebas berupa konsentrasi kitosan (0,5-1,5% (b/v)) dan ekstrak bawang putih (1- 3% (v/v)) serta variabel tetap berupa komposisi tepung glukomanan (2% (b/v)), sorbitol (3% (v/v)), gelatin ayam (4% (b/v)), dan minyak kelapa sawit (1% (v/v)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kitosan dan ekstrak bawang putih berpengaruh signifikan terhadap ketebalan. Kitosan juga meningkatkan elongasi dan sifat antibakteri edible film. Kitosan sebesar 0,50% (b/v), dan konsentrasi ekstrak bawang putih sebesar 1% (v/v) menghasilkan edible film yang memenuhi standar JIS Z1707, 1975 dengan nilai kuat tarik sebesar 0,5031 kgf/mm2, ketebalan 0,22 mm, elongasi 102,39%, dan laju transmisi uap air 1,03 g/m2/24 jam.
Copyrights © 2026