Asap cair tempurung kelapa berpotensi digunakan sebagai biopestisida alami karena mengandung senyawa fenol, asam organik, dan karbonil yang bersifat antimikroba serta insektisida. Namun, keberadaan tar dan senyawa pengotor pada asap cair mentah menurunkan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas fisikokimia dan efektivitas biopestisida asap cair melalui pemurnian dengan berbagai jenis adsorben dan variasi konsentrasi pengenceran. Proses pemurnian dilakukan dengan aktivasi adsorben (karbon aktif, batu apung, dan zeolit) menggunakan HCl 0,5 N, diikuti adsorpsi, distilasi pada suhu 100–125 °C, serta pengenceran pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Hasil menunjukkan bahwa asap cair yang dimurnikan dengan karbon aktif menghasilkan kadar asam tertinggi (72,06%), viskositas terendah (0,840 cP), dan pH 1,14, dengan tingkat mortalitas hama mencapai 100% pada konsentrasi 4% di hari ketiga. Zeolit memberikan kadar fenolik total tertinggi (1,577%) namun tidak diikuti peningkatan mortalitas, sedangkan batu apung menunjukkan viskositas tertinggi dengan hasil mortalitas yang tidak konsisten. Kombinasi karbon aktif dan konsentrasi pengenceran 4% diidentifikasi sebagai kondisi optimum. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan biopestisida asap cair yang efektif, ramah lingkungan, dan aplikatif dalam pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026