Khalimatus Sa’diyah
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STUDI PENGARUH INJEKSI MEG TERHADAP %MASS OF RICH MEG DAN HYDRATE FORMATION TEMPERATURE PADA GAS PROCESS MENGGUNAKAN SIMULASI HYSYS V12 Imelda Nur Aqnivia; Cucuk Evi Lusiani; Khalimatus Sa’diyah; Eko Noersoesanto; Bonifasius Kwin Noviarto; Pandega Ikhramul Uzlah
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.414

Abstract

Unit pengolahan gas alam seperti Dew Point Control Unit (DPCU) dirancang untuk mengurangi senyawa pengotor seperti uap air, hidrokarbon berat, CO2, senyawa BTEX (Benzene-Toluene-Etil Benzene-Xylene), senyawa sulfur, dll. Pengotor tersebut dapat dihilangkan melalui proses pendinginan gas alam pada suhu rendah untuk mengembunkan senyawa impurities sehingga dapat dipisahkan dari gas metana. Namun permasalahan yang sering dihadapi di lapangan adalah ketika suhu operasi diturunkan serendah mungkin pada tekanan tinggi dapat menyebabkan terbentuknya metana hydrate di DPCU. Untuk mencegah terbentuknya hydrate di Gajah Baru Central Process Platform dilakukan injeksi MEG (Mono-ethylene Glycol). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh injeksi MEG terhadap %mass of rich MEG dan hydrate formation temperature dari gas process dengan low molecular weight (16,54 lb/mol) dan low water content (0,0056 fraksi mol). Dalam praktiknya, simulasi ini dilakukan menggunakan software Hysys V12 dengan model termodinamika yaitu Peng-Robinson. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah volumetric rate dari MEG (dari 0 hingga 13,5 USGPM), molar flow rate dari gas process (72,5 dan 235 MMSCFD), serta tekanan dari Low Pressure Compressor (500 dan 660 psig) pada suhu operasi di Low Temperature Separator (LTS) sebesar 40˚F. Hasil simulasi menunjukkan bahwa injeksi MEG dapat mengurangi pembentukan hydrate di gas process yang dibuktikan dengan semakin tinggi molar flow rate dari gas process menyebabkan nilai %mass of rich MEG semakin meningkat (39,33% pada 660 psi dan 34,56% pada 500 psi). Tingginya nilai %mass of rich MEG menyebabkan nilai hydrate formation temperature menjadi semakin rendah (seperti yang terjadi pada Case A = 24,5348˚F dan Case D = 23,9904˚F).
Penurunan Kadar Lignin pada Fermentasi Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium Sri Rulianah; Prayitno; Christyfani Sindhuwati; Dessi Ria Ambar Ayu; Khalimatus Sa’diyah
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.736 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i1.139

Abstract

Mahogany wood waste is a type of hard wood agricultural waste containing lignocellulose which is quite high. In mahogany wood waste also contains lignin which is quite high, so the level of lignin must be reduced so that the cellulose can be used as glucose. Phanerochaete chrysosporium is a type of mold that is able to degrade lignin, cellulose and hemicellulose simultaneously. The purpose of this study was to determine the effect of fermentation time and the addition of mahogany wood waste to the reduction of lignin content in the fermentation of mahogany wood waste using Phanerochaete chrysosporium molds. The study was conducted by drying and reducing the size of mahogany wood waste, then fermentation of mahogany wood waste with Phanerochaete chrysosporium with a span of 9, 11, 13, 15, and 17 days, and the addition of mahogany wood waste 5, 6 and 7%. Before and after the fermentation process, lignin levels were analyzed. The best results from this study were obtained at 17 days of fermentation and the addition of 5% mahogany wood powder, obtained a decrease in lignin content of 85,33 %.
Pengolahan Air Limbah Domestik Menggunakan Kombinasi Settlement Tank dan Fixed-Bed Coloumn Up- Flow Khalimatus Sa’diyah; Muchamad Syarwani; S. Sigit Udjiana
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2018): October 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.92 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i2.72

Abstract

Air limbah domestik yang memiliki kadar BOD, COD, TSS, Turbidity dan pH tinggi menjadi salah satu penyebab pencemaran air. Sehingga perlu adanya pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang ke sungai atau badan air. Salah satu pengolahan air limbah yang bisa digunakan adalah kombinasi settlement tank dan fixed-bed coloumn up-flow. Alat ini dipilih karena harganya terjangkau, bahan mudah didapat dan peralatannya mudah dioperasikan. Tujuan utama penelitian ini untuk menurunkan kadar turbidity, TSS dan BOD. Penurunan parameter ini dipengaruhi oleh waktu settlement tank, waktu pengontakkan effluent dan tinggi unggun pasir. Hasil penelitian pada settlement tank secara aerob didapatkan persen penurunan turbidity, TSS dan BOD yang tertinggi pada settlement tank 6 hari dengan nilai 48,21%; 75,27% dan 52,84 %. Pada alat fixed-bed coloumn up- flow secara kontinyu dengan waktu aerasi settlement tank 6 hari didapatkan persen penurunan turbidity yang tertinggi pada tinggi unggun pasir 20 cm sebesar 18,57%, sedangkan persen penurunan TSS dan BOD yang paling tinggi pada tinggi unggun pasir 30 cm yaitu 41,46% dan 11,23%. Domestic waste water is one of the causes of water pollution. Domestic waste water has high levels of BOD, COD, TSS, Turbidity and pH. Therefore, it need futher processing so that the conditions is safe when discharged in river or lake. One of waste water treatment is combination of settlement tank and fixed-bed coloumn up-flow. This equipment is selected because the price is affordable, materials and equipment can be obtained, and easy to operate. The main purpose of this study is to decrease levels of turbidity, TSS and BOD. Decreased parameters are affected by time of seetlement tank, time of effluent contact and high of sand beds. Result of research on settelement tank aerob obtained highest percentage of turbidity, TSS and BOD decrease in 6 day settlement tank with value 48.21%, 75.27% and 52.84%. In a continuous fixed-bed coloumn up-flow with aeration time, 6-day in settlement tank, obtained the highest percentage of turbidity reduction at 20 cm sand bed height of 18.57%, while the highest percentage of TSS and BOD reduction in sand bed height was 30 cm is 41.46% and 11.23%.
PEMURNIAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DENGAN BERBAGAI JENIS ADSORBEN DAN TINGKAT PENGENCERAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BIOPESTISIDA ALAMI Guntur Putra Wibawa; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.9022

Abstract

Asap cair tempurung kelapa berpotensi digunakan sebagai biopestisida alami karena mengandung senyawa fenol, asam organik, dan karbonil yang bersifat antimikroba serta insektisida. Namun, keberadaan tar dan senyawa pengotor pada asap cair mentah menurunkan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas fisikokimia dan efektivitas biopestisida asap cair melalui pemurnian dengan berbagai jenis adsorben dan variasi konsentrasi pengenceran. Proses pemurnian dilakukan dengan aktivasi adsorben (karbon aktif, batu apung, dan zeolit) menggunakan HCl 0,5 N, diikuti adsorpsi, distilasi pada suhu 100–125 °C, serta pengenceran pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Hasil menunjukkan bahwa asap cair yang dimurnikan dengan karbon aktif menghasilkan kadar asam tertinggi (72,06%), viskositas terendah (0,840 cP), dan pH 1,14, dengan tingkat mortalitas hama mencapai 100% pada konsentrasi 4% di hari ketiga. Zeolit memberikan kadar fenolik total tertinggi (1,577%) namun tidak diikuti peningkatan mortalitas, sedangkan batu apung menunjukkan viskositas tertinggi dengan hasil mortalitas yang tidak konsisten. Kombinasi karbon aktif dan konsentrasi pengenceran 4% diidentifikasi sebagai kondisi optimum. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan biopestisida asap cair yang efektif, ramah lingkungan, dan aplikatif dalam pertanian berkelanjutan.
PENGOLAHAN LIMBAH SPENT WASH DENGAN METODE ANAEROBIC DIGESTION DI PT ENERGI AGRO NUSA Arya Nugra Bimanto; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.144

Abstract

Spent wash merupakan limbah dari proses distilasi pada produksi alkohol dengan COD ±150.000 ppm. Limbah dengan nilai COD yang tinggi harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu pengolahan limbah untuk menurunkan COD adalah anaerobic digestion. Dengan metode anaerobic digestion, spent wash dapat diubah menjadi gas metana dengan bantuan bakteri metanogen yang terdapat di activated sludge. Berdasarkan data daily report PT ENERGI AGRO NUSANTARA bulan Juni 2019 menunjukkan produksi gas metana mengalami fluktuaktif sebesar 50-58% sedangkan baku mutu yang ditetapkan adalah 60%. Tujuan penelitian ini untuk mengolah limbah spent wash dengan metode anaerobic digestion untuk meningkatkan gas metana yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah anaerobic digestion dengan waktu tinggal selama 61 hari dan beroperasi pada suhu 300C serta pH 7. Bahan yang digunakan adalah campuran antara activated sludge dan spent wash serta penambahan zeolit 10%. Variabel nutrient yang digunakan yaitu campuran urea dan diammonium fosfat dengan rasio 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:2, 2:3, 3:1, 3:2, dan 3:3. Hasil penelitian menunjukkan penurunan COD tertinggi adalah 60% dengan gas metana yang dihasilkan adalah 22,4mL. %Kadar gas metana dengan menggunakan nutrient (3:3) adalah 24,4%. Penambahan zeolit 0,2-2 g/L mampu meningkatkan produksi gas metana sebesar 1,4%.
ADSORPSI LOGAM NIKEL MENGGUNAKAN ADSORBEN SERBUK GERGAJI KAYU Dian Fitriah Maharani; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.216

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri yang semakin pesat menyebabkan limbah yang dibuang ke lingkungan semakin banyak. Salah satu jenis polutan yang sering mencemari lingkungan adalah bahan yang berasal dari logam berat yaitu Nikel. Metode adsorpsi merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengolah air limbah yang tercemar logam berat. Alternatif adsorben yang bisa digunakan adalah karbon aktif dari serbuk gergaji kayu yang diperoleh dari proses pirolisis dan diaktivasi kimia. Keunggulan adsorben ini yaitu berasal dari limbah biomassa yang dapat menjadi alternatif untuk masalah pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan adsorpsi adsorben hasil pirolisis serbuk gergaji kayu terhadap larutan yang mengandung logam nikel yaitu larutan NiSO₄ dengan konsentrasi 200 ppm, 600 ppm, 800 ppm dan 1000 ppm. Hasil penelitian didapatkan % penurunan kadar Nikel menggunakan serbuk gergaji kayu maksimum sekitar 96%. Setelah dilakukan adsorpsi, adsorben cenderung menarik molekul lain pada permukaannya yaitu logam nikel yang mengakibatkan ukuran pori adsorben semakin kecil. Model kesetimbangan adsorpsi diperoleh model persamaan Freundlich dengan kesesuaian yang lebih memenuhi dengan nilai R² = 0,9684.
PERANCANGAN TANGKI PENYIMPANAN NITROGEN KAPASITAS 0,0074 M3 PADA PRARANCANGAN PABRIK KIMIA ASAP CAIR Dinda Vindarina Primalasita; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.257

Abstract

Pada produksi asap cair dibutuhkan alat berupa tangki. Tangki merupakan wadah penyimpanan yang sering dipakai di berbagai industri sebagai tempat penyimpanan bahan baku atau produk dan melindungi bahan dari kontaminan. Salah satu tangki yang dibutuhkan pada pabrik asap cair yaitu tangki nitrogen. Pemakaian nitrogen pada pabrik asap cair sangat penting yaitu berfungsi sebagai fluidized agent pada reaktor pirolisis dan untuk mengeluarkan atau meminimalisir kadar O2 dalam reaktor yang akan berpengaruh pada proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tangki penyimpanan nitrogen dengan kapasitas 0,0074 m3 pada pra rancangan pabrik kimia asap cair. Tangki dirancang dengan metode perhitungan desain bejana bertekanan dalam. Tipe tangki yaitu silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk ellipsoidal dished. Hasil perhitungan didapatkan total tinggi tangki 0,98 m; diameter tangki 0,39 m; dan tebal dinding tangki 0,0047 m. Berdasarkan hasil perhitungan nozzle, NRe bernilai > 2100 sehingga jenis aliran pada nozzle yaitu turbulen. Perhitungan desain tangki dilakukan berdasarkan data, API (American Petroleum Institute) Standard 12 C dan American Standards Association (ASA) B16.5-1953 sehingga dapat dikatakan layak dan aman.
PENGARUH JENIS BIOMASSA TERHADAP KARAKTERISTIK ASAP CAIR MELALUI METODE PIROLISIS Ari Setya Cahya Pratama; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.260

Abstract

Salah satu komoditas unggulan perkebunan di Indonesia adalah kelapa sawit dan kelapa. Namun peningkatan proses produksi dan pengolahan komoditas perkebunan menimbulkan masalah pencemaran baru terutama limbah padat biomassa. Limbah biomassa perkebunan tersebut berupa cangkang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit dan sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis biomassa terhadap karakteristik asap cair yang dihasilkan dengan memanfaatkan limbah perkebunan sebagai bahan baku pembuatan asap cair. Bahan baku biomassa terdiri dari cangkang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit dan sabut kelapa. Biomassa tersebut dipanaskan selama 90 menit dalam reaktor pirolisis yang terhubung dengan kondensor melalui pipa tembaga. Uap yang terbentuk pada reaktor mengalir melalui pipa tembaga akan dikondensasikan menjadi produk asap cair. Hasil penelitian menunjukkan asap cair dari biomassa tandan kosong kelapa sawit memiliki karakteristik terbaik dengan densitas sebesar 0,915 g/mL dan pH 4. Rendemen tertinggi diperoleh pada asap cair dari biomassa cangkang kelapa sawit sebesar 28%b/b. Produk asap cair dari variasi biomassa diperoleh tanpa proses pemurnian lebih lanjut sehingga tergolong pada asap cair grade paling rendah (grade 3).
PENGARUH JENIS DAN RASIO PENAMBAHAN ADSORBEN PADA PEMURNIAN ASAP CAIR Nurrahmad Al Farizi; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan rasio penambahan adsorben pada pemurnian asap cair. Asap cair yang digunakan adalah asap cair grade 3 dari bahan tempurung kelapa yang masih mengandung senyawa berbahaya seperti tar dan benzopiren. Metode pemurnian dilakukan pada asap cair grade 3 menggunakan proses distilasi yang dilanjutkan dengan proses adsorpsi. Proses distilasi beroperasi pada suhu rendah yaitu 100⁰C-125⁰C. Proses adsorpsi menggunakan variasi jenis adsorben yaitu karbon aktif, zeolit aktif, dan bentonit aktif. Adsorben sebelumnya diaktivasi menggunakan larutan HCl 0,5N. Rasio massa adsorben yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, dan 20%. Dari hasil percobaan diperoleh asap cair terbaik pada rasio penambahan adsorben 15% dengan proses pemurnian adsorpsi menggunakan karbon aktif. Hasil analisa diperoleh nilai pH sebesar 2,8, densitas 1,005 gr/mL, persen kepekatan warna 3,82%, dan nilai kriteria aroma sebesar 1,8. Berdasarkan kandungan komponen dan senyawa menggunakan analisa GC-MS didapatkan bahwa mayoritas komponen senyawa asap cair yang dihasilkan adalah asam asetat sebesar 32,06%, fenol 44,9%, dan kreosol 10,55%. Asap cair yang dihasilkan dari proses pemurnian tidak mengandung senyawa karsinogenik sehingga dapat dikategorikan sebagai asap cair food grade.
PENGARUH RASIO UMPAN SABUT DENGAN CANGKANG KELAPA PADA PEMBUATAN ASAP CAIR MELALUI PIROLISIS Rahmadina Shafira; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.284

Abstract

Sabut dan cangkang merupakan limbah padat kelapa dengan ketersediaan melimpah setiap tahunnya. Solusi terbaik penanganan limbah tersebut adalah dengan cara mengolahnya menjadi asap cair. Asap cair didapatkan dari hasil kondensasi uap pembakaran limbah padat kelapa. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan asap cair dari campuran biomassa sabut kelapa dan cangkang kelapa sawit melalui metode pirolisis. Metodologi yang dilakukan yaitu sampel biomassa sebanyak 100 g sesuai variabel dipanaskan selama 90 menit dalam reaktor sederhana. Asap yang dihasilkan dari reaktor selanjutnya dikondensasi hingga berubah fase menjadi cair. Variabel yang digunakan yaitu rasio biomassa sabut kelapa dengan cangkang kelapa sawit sebesar 1:9, 1:3, 1:1, 3:1, dan 9:1. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan asap cair metode pirolisis dengan kualitas terbaik pada rasio 1:3. Pada rasio tersebut, asap cair memiliki karakteristik pH 2, densitas 1,0067 g/mL, rendemen 30,2% dan warna kecoklatan. Produk yang dihasilkan sesuai dengan karakteristik asap cair grade 3 karena masih mengandung senyawa tar dan tidak melalui proses pemurnian lebih lanjut.