Ketahanan pangan nasional masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tingginya angka food loss dan food waste, ketidakefisienan distribusi pangan, serta keterbatasan integrasi data dalam rantai pasok pangan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan menghambat upaya mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis AGRIHUB AI sebagai model community-driven smart food ecosystem yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, analisis data prediktif, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis konseptual terhadap pengembangan sistem pangan berbasis teknologi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa AGRIHUB AI dibangun melalui tiga komponen utama, yaitu Production Intelligence, Simulation System, dan Food Marketplace & Distribution yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Platform ini didukung oleh pendekatan AI-Based Predictive Food Governance untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data serta model kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Selain itu, analisis SWOT menunjukkan bahwa implementasi AGRIHUB AI memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan melalui strategi penguatan literasi digital, tata kelola data, dan penerapan bertahap melalui pilot project. Secara konseptual, AGRIHUB AI berpotensi berkontribusi terhadap pengurangan food loss dan food waste, peningkatan efisiensi distribusi, penguatan urban farming, serta penguatan empat pilar ketahanan pangan FAO, yaitu availability, access, utilization, dan stability. Dengan demikian, AGRIHUB AI dapat menjadi model inovasi digital yang mendukung terwujudnya sistem pangan nasional yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026