Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Revitalisasi Pasar Tradisional dalam Peningkatan Local Economic Development (Studi Pasar Tiyuh Pulung Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat) Fitri Wahyuni Fitri; Pindo Riski Saputra; Kholifatul Munawaroh
JEVIEF : Jurnal Vokasi FISIP Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): JEVIEF: Jurnal Vokasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pasar tradisional Tiyuh Pulung Kencana yang dianggap sebagai pasar yang kumuh, kotor, dengan bangunan yang sederhana dan sirkulasi udara yang buruk, serta manajemen pengelolaan pasar yang kurang baik membuat masyarakat kurang meminati berbelanja dipasar tradisional dan membuat eksistensi pasar tradisional semakin menurun, inilah yang mendorong pemerintah mengeluarkan program revitalisasi pasar tradisional Tiyuh Pulung Kencan untuk mengubah kondisi fisik pasar agar terlihat lebih modern, dan meningkatkan akses pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat serta memperbaiki manajemen pengelolaan pasar yang lebih baik. Setelah dilakukannya revitalisasi pasar Pulung Kencana berdampak pada perubahan persfektif tujuan, manfaat dan kegunaan pasar bagi masyarakat terlihat dari , perbaikan secara fisik bangunan pasar yang lebih modern klasik dengan sirkulasi udara yang bagus, tertata rapi, dan bersih selain itu juga dijadikan untuk swafoto, destinasi wisata dan rekreasi anak, wedding expo dan tempat kontes seni atau musik. Selain itu perbaikan manajemen pengelolaan pasar, pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan UMKM lokal dan perubahan sosial masyarakat Tiyuh Pulung Kencana. Kata Kunci : Revitalisasi Pasar Tradisional, Local Economic Development
AGRIHUB AI: Transformasi Ekosistem Pangan Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Mengatasi Inefisiensi dan Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional Clarisya Bunga Kristi; Carrisa Hepy Maharani; Fharastika Anggunan Muli; Kholifatul Munawaroh
Administrativa : Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol 8 No 2 (2026): Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/administrativa.v8i2.389

Abstract

Ketahanan pangan nasional masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tingginya angka food loss dan food waste, ketidakefisienan distribusi pangan, serta keterbatasan integrasi data dalam rantai pasok pangan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan menghambat upaya mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis AGRIHUB AI sebagai model community-driven smart food ecosystem yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, analisis data prediktif, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis konseptual terhadap pengembangan sistem pangan berbasis teknologi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa AGRIHUB AI dibangun melalui tiga komponen utama, yaitu Production Intelligence, Simulation System, dan Food Marketplace & Distribution yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Platform ini didukung oleh pendekatan AI-Based Predictive Food Governance untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data serta model kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Selain itu, analisis SWOT menunjukkan bahwa implementasi AGRIHUB AI memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan melalui strategi penguatan literasi digital, tata kelola data, dan penerapan bertahap melalui pilot project. Secara konseptual, AGRIHUB AI berpotensi berkontribusi terhadap pengurangan food loss dan food waste, peningkatan efisiensi distribusi, penguatan urban farming, serta penguatan empat pilar ketahanan pangan FAO, yaitu availability, access, utilization, dan stability. Dengan demikian, AGRIHUB AI dapat menjadi model inovasi digital yang mendukung terwujudnya sistem pangan nasional yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Fragmentasi Tata Kelola Infrastruktur Lingkungan : Studi kasus sektor air minum, persampahan, dan drainase di kota bandar lampung (2024-2025) Kholifatul Munawaroh; Vincensius Soma Ferrer
Administrativa : Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol 8 No 2 (2026): Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/administrativa.v8i2.404

Abstract

Bandar Lampung is Facing a multidimensional environmental infrastructure
Penguatan Pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Edukasi Kebijakan, Keuangan, dan Peluang Usaha di Kelurahan Kupang Kota, Bandar Lampung Vincensius Soma Ferrer; Fery Triatmojo; Ani Agus Puspawati; Kholifatul Munawaroh; Susana Indriyati Caturiani; K. Bagus Wardianto
Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Seandanan: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/seandanan.v6i1.78

Abstract

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan instrumen kelembagaan ekonomi yang diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi berbasis anggota di tingkat desa dan kelurahan. Keberadaannya tidak hanya menuntut legalitas, tetapi juga kapasitas pengelolaan yang mumpuni, mencakup aspek pemahaman kebijakan, tata kelola keuangan, serta kemampuan mengidentifikasi tantangan dan peluang usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 4 Februari 2026 di Kelurahan Kupang Kota, Bandar Lampung, dengan tujuan memperkuat pemahaman pengurus koperasi agar mampu mengelola organisasi secara lebih terarah, akuntabel, dan berkelanjutan. Dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini menyajikan materi terkait regulasi, pengelolaan keuangan, serta strategi pengembangan usaha melalui metode edukasi, ceramah interaktif, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan koperasi memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup pemahaman regulasi, penataan administrasi, tertib pencatatan keuangan, serta pemetaan potensi lokal. Hal ini menegaskan pentingnya sinergi antara keilmuan dalam mendukung pengelolaan Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DALAM PROGRAM PANGAN LOKAL UNTUK KETAHANAN PANGAN DI WILAYAH PERI-URBAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Vina Karmilasari; Anisa Utami; Fajar Apriani; Kholifatul Munawaroh
DEMOKRASI Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/dmkr.v6i2.5608

Abstract

Urbanisasi pesat di Indonesia telah mentransformasi kawasan peri-urban dan memunculkan tantangan tata kelola ketahanan pangan berkelanjutan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang memosisikan ketahanan pangan sebagai isu teknis pertanian atau perencanaan wilayah, studi ini menawarkan sudut pandang alternatif dengan menganalisis dinamika tata kelola melalui lensa manajemen pelayanan publik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji implementasi program ketahanan pangan berbasis masyarakat—termasuk Pekarangan Pangan Lestari (P2L)—di kawasan peri-urban Kabupaten Lampung Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci yang dipilih secara purposif dan snowball dari empat tingkatan kelembagaan, observasi partisipatif, serta telaah dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, serta member checking. Temuan yang dipetakan menggunakan matriks Masukan–Proses–Keluaran/Hasil mengungkap keterbatasan struktural dan kesenjangan implementasi yang signifikan. Pada tahap Masukan, koordinasi antardepartemen sangat lemah—hanya 2 dari 6 dinas daerah yang aktif—dan anggaran P2L menyusut 41,6% selama 2022–2024. Pada tahap Proses, partisipasi menunjukkan pola asimetris: Desa Way Huwi berhasil mempertahankan keterlibatan berkelanjutan melalui integrasi program ke dalam jaringan sosial yang ada dan kemitraan CSR, sementara Desa Sidoharjo mengalami kegagalan akibat ketergantungan paternalistis dan post-grant fatigue, dengan angka putus program mencapai 62% setelah tahun pertama. Pada tahap Keluaran/Hasil, 65% rumah tangga penerima manfaat mengalami peningkatan ketersediaan pangan, namun hanya 20% yang berhasil memonetisasi surplus hasil panen karena minimnya integrasi pasar