Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan faktor penyebab terjadinya alih kode dalam interaksi sosial mahasiswa perantau di lingkungan kampus Kota Pekanbaru. Sebagai ibu kota Provinsi Riau yang didominasi oleh kebudayaan Melayu, Pekanbaru menjadi magnet pendidikan bagi mahasiswa imigran, khususnya dari etnis Minangkabau. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis sosiolinguistik. Data dikumpulkan melalui metode simak libat cakap, teknik rekam secara tersamar, dan teknik catat terhadap tuturan spontan mahasiswa perantau etnis Minangkabau di lingkungan Universitas Islam Riau. Hasil penelitian menunjukkan wujud alih kode dominan berupa alih kode eksternal, yaitu peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Minangkabau atau ke dalam bahasa Melayu Pekanbaru, serta sebaliknya. Faktor penentu aktivitas alih kode ini meliputi pengkondisian lawan bicara untuk membangun solidaritas sesama daerah asal (in-group solidarity), kehadiran pihak ketiga sebagai bentuk akomodasi kesantunan sosial, serta pergeseran topik pembicaraan dari urusan akademis formal ke urusan personal. Keberadaan fenomena ini menegaskan bahwa alih kode merupakan strategi elastis adaptasi linguistik lintas budaya di tengah masyarakat akademik Pekanbaru yang plural.
Copyrights © 2026