Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) merupakan salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia Timur yang memiliki akar sejarah kuat di Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Artikel ini bertujuan untuk membedah kontribusi DDI dalam peta pendidikan Islam dan gerakan dakwah di Indonesia, khususnya melalui prakarsa yang lahir dari Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-historis dan analisis sosiologis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana DDI Mangkoso mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) dengan tradisi keilmuan Islam klasik (turath) serta tuntutan modernitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mangkoso bukan sekadar pusat geografis, melainkan episentrum ideologis yang melahirkan model pendidikan inklusif dan dakwah yang berbasis pada wasathiyah (moderasi beragama). DDI Mangkoso telah berhasil menciptakan sintesis antara sistem pendidikan tradisional pesantren dengan kurikulum formal modern, menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai khazanah keilmuan Islam klasik tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Strategi dakwah kultural yang dikembangkan DDI dengan menggunakan pendekatan budaya lokal Bugis-Makassar telah menjadikan organisasi ini sebagai garda terdepan moderasi beragama di kawasan Indonesia Timur.
Copyrights © 2026