Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan aporia dalam puisi berjudul Manurung karya Faisal Oddang. Selain itu penelitian ini juga melihat apakah mungkin seorang pengarang menentukan makna tulisannya sendiri. Penelitian ini menggunakan teori aporia Derrida untuk melihat bahwa Manurung sebagai teks puisi tidak bisa berada dalam rezim makna tertentu meskipun makna itu datang dari penulisnya sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskripsi. Penelitian ini menemukan bahwa Manurung, tidak seperti yang dikatakan oleh Faisal sebagai puisi yang menggugat istanasentris La Galigo, justru melanggengkan istanasentris itu dengan memberikan porsi cerita yang banyak kepada tiga tokoh besar dalam La Galigo: Datu Palinge, Sawerigading, dan La Galigo. Faisal sebagai pengarang tidak bisa menentukan makna puisi yang ditulisnya sendiri.
Copyrights © 2026