Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep pendidikan emosional berbasis Qur'ani dari perspektif tazkiyatun nafs, guna membantu siswa mengelola emosi, stres, dan konflik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan dengan analisis normatif-teologis dan deskriptif-analitik, menggali ajaran Al-Qur'an tentang kesabaran, syukur, dan pengendalian diri, serta literatur sekunder seperti tafsir dan jurnal pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai inti Qur'ani, termasuk kesabaran (ṣabr), syukur (shukr), dan pengendalian diri (mujāhadah an-nafs), berfungsi sebagai pedoman moral dan landasan bagi pengelolaan emosi yang efektif. Kesabaran terbukti meningkatkan kecerdasan emosional dan prestasi akademik siswa, sedangkan syukur berkontribusi pada motivasi intrinsik yang mendukung kesehatan mental. Selain itu, pengendalian diri menjadi kunci dalam mengelola impuls negatif dan memperkuat komitmen spiritual siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi nilai-nilai Qur'ani dalam kurikulum untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter siswa, sekaligus mengurangi ketegangan sosial dan konflik di sekolah. Oleh karena itu, pelatihan bagi guru sangat penting untuk memastikan pemahaman dan penerapan nilai-nilai pendidikan emosional ini di kelas, mengarah pada pembentukan individu yang berkarakter unggul dan mampu beradaptasi dengan tantangan sosial yang dinamis.
Copyrights © 2026