Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas menulis terhadap proses penyembuhan luka psikologis dan trauma pada penyintas di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 21 responden sebagai partisipan. Data diperoleh melalui kegiatan menulis ekspresif yang dilengkapi dengan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi pengalaman serta perubahan yang dirasakan partisipan selama proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis memberikan kontribusi positif terhadap proses pemulihan trauma, terutama pada aspek emosional, kognitif, dan fisiologis. Secara emosional, partisipan mampu mengekspresikan perasaan yang selama ini terpendam sehingga mengurangi beban psikologis. Pada aspek kognitif, aktivitas menulis membantu partisipan memahami kembali pengalaman traumatis, membangun makna, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola pikiran negatif. Sementara itu, pada aspek fisiologis, sebagian partisipan melaporkan munculnya perasaan lebih tenang, berkurangnya ketegangan, dan meningkatnya kualitas istirahat setelah melakukan aktivitas menulis secara berkelanjutan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan adanya hambatan pada tahap awal, terutama berupa keengganan beberapa partisipan untuk menuliskan pengalaman traumatis karena ketidaknyamanan emosional. Namun, seiring berlangsungnya proses, sebagian besar partisipan mampu menulis dengan lebih terbuka tanpa merasa tertekan oleh lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas menulis ekspresif berpotensi menjadi salah satu intervensi sederhana, mudah diterapkan, dan efektif dalam mendukung pemulihan luka psikologis dan trauma pada masyarakat.
Copyrights © 2026