Tujuan dari studi ini adalah menganalisis dampak lingkungan kerja serta kesejahteraan karyawan terhadap kinerja dan motivasi kerja pada tenaga kerja di pertambangan nikel, Desa Lelilef, Halmahera Tengah. Selain itu, penelitian ini bermaksud menguji sejauh mana motivasi kerja berfungsi sebagai variabel intervening dalam pola hubungan tersebut. Dalam menghadapi eskalasi persaingan industri, perusahaan diwajibkan melakukan pengelolaan sumber daya manusia secara efektif dengan meningkatkan kesejahteraan serta membangun atmosfer kerja yang kondusif guna memacu motivasi dan performa pegawai. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aspek kesejahteraan dan lingkungan kerja terhadap kinerja, dengan menempatkan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada sektor pertambangan. Metodologi yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif, di mana penentuan subjek penelitian dilakukan melalui teknik Simple Random Sampling. Metode perolehan data utama dalam penelitian ini melibatkan penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan Skala Likert. Guna menguji keterkaitan langsung maupun tidak langsung di antara variabel-variabel penelitian, proses pengolahan data memanfaatkan perangkat lunak IBM SPSS Statistics dan AMOS. Serangkaian prosedur analisis yang diterapkan mencakup analisis validitas dan reliabilitas instrumen, analisis regresi, serta penggunaan Structural Equation Modeling (SEM).Data dikumpulkan dari 176 responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β=-0,211; p=0,071); (2) lingkungan kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja (β=0,037; p=0,576); (3) motivasi kerja berpengaruh sangat kuat terhadap kinerja (β=0,997; p<0,001); (4) kesejahteraan berpengaruh signifikan terhadap motivasi (β=0,406; p=0,003); (5) lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (β=0,238; p=0,084); (6) motivasi memediasi parsial pengaruh kesejahteraan terhadap kinerja (IE=0,405); (7) motivasi memediasi penuh pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja (IE=0,237). Temuan utama mengonfirmasi bahwa motivasi kerja merupakan prediktor dominan kinerja karyawan.
Copyrights © 2026