Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi internalisasi nilai moral santri Generasi Z di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Tempurejo Jember serta mengidentifikasi respons pesantren terhadap tantangan budaya digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berhasil menginternalisasi empat dimensi nilai moral, yaitu religius, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun, melalui pembiasaan yang terstruktur, keteladanan (uswah hasanah), sistem reward and punishment berjenjang, serta pemberdayaan organisasi santri. Kebijakan pembatasan penggunaan smartphone tidak menimbulkan resistensi, melainkan membentuk kesadaran moral santri secara bertahap.Penelitian ini menyimpulkan bahwa model tradisional kepesantrenan tetap relevan sebagai respons efektif terhadap tantangan moral di era digital, serta merekomendasikan integrasi literasi digital berbasis nilai Islam secara bertahap.
Copyrights © 2026