Industri kerajinan rotan di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Namun, banyak pengrajin masih menghadapi permasalahan pendapatan yang belum optimal meskipun industri ini telah menembus pasar nasional dan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kualitas produk sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara tingkat keterampilan, jam kerja, dan pendapatan pengrajin rotan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi berjumlah 522 pengrajin rotan dan sampel sebanyak 84 responden ditetapkan menggunakan rumus Taro Yamane melalui teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan berpengaruh signifikan terhadap kualitas produk (t = 5,165; p = 0,000) dan pendapatan (t = 2,169; p = 0,030). Jam kerja berpengaruh signifikan terhadap kualitas produk (t = 7,125; p = 0,000) namun tidak berpengaruh langsung terhadap pendapatan (t = 0,619; p = 0,536). Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (t = 3,855; p = 0,000). Kualitas produk memediasi secara parsial pengaruh tingkat keterampilan terhadap pendapatan (t = 3,182; p = 0,001) dan memediasi secara penuh pengaruh jam kerja terhadap pendapatan (t = 3,048; p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa kualitas produk merupakan variabel strategis utama yang menghubungkan input produksi dengan peningkatan pendapatan pengrajin rotan di Kecamatan Leuwimunding.
Copyrights © 2026