p-Index From 2021 - 2026
10.093
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Qardh Al-Mustashfa Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Li Falah: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam MALIA IQTISHADUNA: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Nizham Journal of Islamic Studies At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Profit : Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Islamic Business and Economics (IJIBE) Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmu Manajemen Retail Universitas Muhammadiyah Sukabumi (JIMAT UMMI) El-Iqtishady Jurnal Akuntansi dan Keuangan (JAK) Al-Qashdu: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah AL-MULTAZIM : Jurnal Manajemen Bisnis Syariah Salam (Islamic Economics Journal) Al Fiddhoh: Journal of Banking, Insurance, and Finance el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah Islamic Economic and Business Journal CASHFLOW : CURRENT ADVANCED RESEARCH ON SHARIA FINANCE AND ECONOMIC WORLDWIDE Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Journal of Comprehensive Science PERADABAN JOURNAL of ECONOMIC and BUSINESS Journal of Accounting and Finance Management (JAFM) Jurnal Ilmu Multidisplin Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Jeksyah Journal of Islamic Economics Lariba Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Velocity: Journal of Sharia Finance and Banking Journal of Social Science and Business Studies Jurnal Global Ilmiah Jurnal Ekonomi Bisnis Antartika Baashima: Jurnal Bisnis Digital, Akuntansi, Kewirausahaan, dan Manajemen AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics Jurnal Inovasi Global JESKaPe: Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Insight : International Journal of social research Journal of Sharia Accounting and Tax (JSAT Wealth: Journal of Islamic Banking and Finance EduBase: Journal of Basic Education Al-masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Jurnal Nusa Manajemen Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Sharia Tourism and Hospitality Cirebon International Journal of Economics and Business Journal of Sharia Micro Enterprise and Cooperation Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Contemporary Islamic Economic and Business Review Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA CIREBON (PROSPEK DAN TANTANGANNYA DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT) Wartoyo Wartoyo; Nur Haida
At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Vol 6, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tijaroh.v6i2.2501

Abstract

AbstractThe development of the economy and creative industry is developing so rapidly, that the Indonesian government encourages all regions to develop the creative economy to boost the local economy, one of which is to form a special body that manages and manages the creative economy from the central to the regional level, namely the Creative Economy Agency or BEKRAF. Cirebon City has a very strategic geographical location because it is located in the path of the crossing of goods and services through the north coast (pantura) which connects the western region which is the center of national economic circulation. This study uses a survey method with a qualitative approach and descriptive analysis. The results of this study indicate that the culinary sub-sector is the largest sub-sector of the other types of creative economy in the city of Cirebon with a percentage reaching 42%, followed by the Fashion economy 15%, Craft Economy, Architecture and Visual Design respectively by 12%. whereas for the most creative economy actors, the District Prosecutor's Office reached 45.8%, followed by Harjamukti District 37%, Pekalipan District 25%, Kesambi District 10.7% and Lemahwutut District 6%. From these data, the culinary economy, Fashion and Craft can be used as a superior subsector for the City of Cirebon, while the District Prosecutors and District Kesambi can be used as a creative economic center in the city of Cirebon. The potential to make the Creative economy as one of the sectors boosting the local economy in the city of Cirebon is very large, with the condition that there is good cooperation between related parties so that the synergy and management of the management run in harmony and balance, in addition it also requires 3 (three) important steps to improve and developing a local economy through a creative economy, namely: building a shared commitment, determining superior accommodation and finally creating local branding. Keywords: Creative Economy, Economic Development, Economic Innovation AbstrakPerkembangan ekonomi dan industri kreatif berkembang begitu pesat, sehingga pemerintah Indonesia mendorong semua daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif untuk menigkatkan ekonomi lokal, salah satunya adalah dengan membentuk badan khusus yang mengelola dan mengurusi ekonomi kreatif dari tingkat pusat hingga daerah yaitu Badan Ekonomi Kreatif atau BEKRAF. Kota Cirebon memiliki letak geografis yang sangat strategis karena terletak di jalur perlintasan barang dan jasa melalui pantai utara (pantura) yang menghubungkan wilayah bagian barat yang menjadi pusat perputaran ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriftif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sub sektor kuliner merupakan sub sektor paling besar dari jenis ekonomi kreatif lainnya di Kota Cirebon dengan persentase mencapai 42%, disusul kemudian oleh ekonomi Fashion 15%, Ekonomi Kriya, Arsitektur dan Desain Visual masing-masing sebesar 12%. sedangkan untuk wiyalah yang paling banyak pelaku ekonomi kreatifnya adalah Kecamatan Kejaksan dengan persentasi mencapai 45,8%, disusul Kecamatan Harjamukti 37%, Kecamatan Pekalipan 25%, Kecamatan Kesambi 10,7% dan Kecamatan Lemahwungkuk 6%. Dari data tersebut maka ekonomi kuliner, Fashion dan Kriya bisa dijadikan sebagai subsektor unggulan untuk Kota Cirebon, sedangkan Kecamatan Kejaksan dan Kecamatan Kesambi bisa dijadikan sebagai pusat ekonomi kreatif yang ada di Kota Cirebon. Potensi untuk menjadikan ekonomi Kreatif sebagai salah satu sektor pendongkrak ekonomi lokal di Kota Cirebon sangatlah besar, dengan syarat terjadi kerjasama yang baik antara para pihak terkait sehingga sinergi dan manajemen pengelolaannya berjalan selaras dan seimbang, selain itu juga diperlukan 3 (tiga) langkah penting untuk meningkatkan dan mengembangkan ekonomi loka melalui ekonomi kreatif yaitu : membangun komitmen bersama, menentukankomoditas unggulan dan terakhir adalah menciptakan local branding.Kata Kunci : Ekonomi Kreatif, Pembangunan ekonomi, Inovasi Ekonomi
PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MUSTAHIK PADA UMKM DI LEMBAGA ZAKAT CENTER KOTA CIREBON Wartoyo Wartoyo; Nila Ernila
At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.071 KB) | DOI: 10.24952/tijaroh.v5i1.1629

Abstract

AbstractZakat is not only for consumptive needs but also for productive business development needs so that in time the mustahik can become muzakki. The Zakat Center's efforts to provide venture capital, assistance and guidance to its assisted mustahik that reach accelerated business development. The purpose of this study was to determine the effect of business capital, mentoring and coaching in an independent economic program towards increasing the income of mustahik micro-businesses both partially and simultaneously. This study uses a quantitative approach with data collection techniques using questionnaires distributed to 88 partners assisted by independent economic programs at the Zakat Center. The results showed that the business capital variable did not affect the increase in mustahik micro-business income, the assistance variable had an effect on the increase in mustahik micro-business income, and the coaching variable had an effect but was not significant on the increase in mustahik micro-business income, and simultaneously influential business capital, mentoring and influential guidance significant increase in mustahik micro business income. Keyword : Mustahiq, micro business, empowerment Abstrak            Dewasa ini zakat tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif akan tetapi juga  untuk kebutuhan pengembangan usaha produktif agar pada saatnya nanti para mustahik dapat  menjadi muzakki. Upaya Zakat Center melakukan pemberian modal usaha, pendampingan dan pembinaan terhadap para mustahik binaannya merupakan upaya untuk menciptakan akselerasi pengembangan usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal usaha, pendampingan dan pembinaan dalam program ekonomi mandiri terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro mustahik baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang disebar kepada 88 mitra binaan program ekonomi mandiri di Zakat Center. Hasil penelitian menunjukan variabel modal usaha tidak berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro mustahik, variabel pendampingan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro mustahik, dan variabel pembinaan berpengaruh namun tidak signifikan terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro mustahik, dan secara simultan penyaluran modal usaha, pendampingan dan pembinaan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro mustahik. Kata Kunci: Mustahiq, usaha mikro, pemberdayaan
Sejarah Pemikiran Akuntansi Syariah Wartoyo Wartoyo
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 1 No 1 (2013): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.786 KB)

Abstract

Akuntansi Syari’ah hadir ditengah berkembangnya sistem keuangan syari’ah yang mulai marak muncul sejak pertangahan tahun 1990-an. Bagi sebagian kalangan akuntansi syari’ah merupakan sesuatu yang “dipaksakan ada”. Anggapan seperti ini tidaklah salah dan juga tidak sepenuhnya benar, sebab akuntansi syari’ah memiliki akar sejarah yang kuat dalam peradaban Islam jauh sebelum peradaban Barat mencapai puncak keemasannya hingga sekarang ini. Beberapa hal bahkan membuktikan sebaliknya, bahwa akuntansi konvensional bukanlah bagian dari hasil peradaban Barat yang oleh mereka diklaim ditemukan oleh Luca Pacioli, namun merupakan ilmu yang sudah lama berkembang dan dipraktikan di dunia Islam selama kurang lebih 6 abad sebelumnya.
PERSEPSI DAN RESPON PESANTREN TERHADAP IMPLEMENTASI EKONOMI ISLAM wartoyo wartoyo
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.714 KB) | DOI: 10.24235/jm.v3i1.375

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat masalah apa yang menyebabkan  tidak optimalnya pondok pesantren dalam mendukung pengembangan ekonomi islam di Indonesia dengan melihat bagaimana sesungguhnya persepsi atau pemahaman santri-santri pondok pesantren mengenai konsep-konsep ekonomi islam yang telah mereka pelajari dalam kitab-kitab kuning yang sudah menjadi kajian di dunia pesantren selama bertahun-tahun. Penelitian ini bertempat di Pondok Pesantren Al-Humaidy Astanajapura Cirebon, jenis penelitian ini adalah field research dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Metodfe kuantitatif digunakan agar pengukuran data-data dalam penelitian ini dapat diukur dengan pasti sehingga bisa memperoleh data yang akurat  dan tidak bias. Sebagai alat dalam  pengumpulan data, maka digunakan kuisioner, dimana pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner ini tidak hanya bersifat positif sehingga dengan mudah dibenarkan oleh responden, namun juga ada yang bersifat pertanyaan negatif, sehingga tingkat pemahaman responden akan terlihat dengan jelas dari jawaban-jawaban yang diberikan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi atau pemahaman santri pondok pesantren Al-Humaidy terhadap konsep-konsep ekonomi islam sangat baik dengan capaian tingkat pemahaman sebesar 75% sangat baik dan 25% baik. Dari temuan terhadap persepsi tersebut ternyata berbanding lurus dengan respon yang diberikan santri pondok pesantren Al-Humaidy terhadap implementasi konsep-konsep ekonomi isla di bank  syariah yang mencapai 75% merespon sangat baik dan 25% merespon baik.Kata Kunci : Pesantren dan Ekonomi IslamAbstract               This study aims to look at what caused the problem is not optimal boarding school in supporting the economic development of Islam in Indonesia to see how the real perception or understanding santri boarding the Islamic economic concepts they have learned in the books that have become yellow studies in the Islamic world for many years. This study took place in Pondok Pesantren Al-Humaidy Astanajapura Cirebon, this kind of research is field research with a quantitative-descriptive approach. Quantitative Metodfe used so that measurement data in this study can be measured with certainty so that it can obtain the data that is accurate and unbiased. As a tool in data collection, we used a questionnaire, where the questions in the questionnaire is not only positive so easily justified by the respondents, but there are also questions that are negative, so that the level of understanding of the respondents will be seen clearly from the answers given in this research. Results from this study indicate that the perception or understanding of boarding school students Al-Humaidy against Islamic economic concepts very well with the achievement level of comprehension by 75% excellent and 25% good. From the findings of the perception is apparently proportional to the response given boarding school students Al-Humaidy the implementation isla economic concepts in Islamic banks, which reached 75% responded very well and 25% responded well.Keywords: Boarding school and Islamic Economics
REKONTRUKSI HUKUM TRANSAKSI MUAMALAH DENGAN PENDEKATAN KAIDAH FIQHIYYAH Wartoyo Wartoyo
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v5i1.6788

Abstract

AbstractDevelopments and changes in the legal area of muamalah are very dynamic, changes occur not in the number of years or months, but the count of days and even hours. That is why it is required a legal basis that can also offset the rapid change and development that occurs in the muamalat law. Therefore, the scholars of the ushul fiqih have long since laid down the basic rules of ushuliyah and fiqhiyyah rules in order to enable the ulama to be able to easily do the law of istimbath so that a problem in the muamalah clearly the position of the judge. One of the fiqhiyyah rules laid down by ushul fiqh experts is the gift of an au'u minal fardli. According to As-Shuyuti the implementation of this rule is that when faced in an emergency, a matter of sunnah can be interpreted to be broader and more flexible than the law. This paper will try to apply the fiqhiyyah rules when it is implemented in the realm of the muamalah especially in the issues of transactions that develop in today's sharia economic.Keywords: Fiqhiyyah Rules, Muamalah, and Sharia Transaction. AbstrakPerkembangan dan perubahan dalam bidang hukum muamalah sangatlah dinamis, perubahan terjadi bukan dalam hitungan tahun atau bulan, melainkan hitungan hari dan bahkan jam. Oleh sebab itulah diperlukan sebuah landasan hukum yang juga dapat mengimbangi cepatnya perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam hukum muamalat. Untuk itu para ulama ahli ushul fiqih sejak jauh hari telah meletakkan kaidah-kaidah dasar ushuliyah maupun kaidah fiqhiyyah dengan tujuan agar para ulama sesudahnya dapat dengan mudah melakukan istimbath hukum agar suatu persoalan dalam muamalah jelas kedudukan hukunya. Salah satu kaidah fiqhiyyah yang telah diletakkan oleh para ahli ushul fiqh adalah kadiah an-naflu ausa’u minal fardli. Menurut As-Shuyuti implementasi kaidah ini adalah bahwa bila dihadapkan dalam kondisi darurat, maka suatu perkara sunnah bisa dimaknai lebih luas dan fleksibel hukumnya daripada perkara yang fardlu. Makalah ini akan mencoba mengaplikasikan kaidah fiqhiyyah tersebut bila diimplementasikan dalam ranah muamalah khususnya dalam persoalan-persoalan transaksi yang berkembang dalam ekonomi syariah pada masa sekarang ini.Kata Kunci: Kaidah Fiqhiyyah, Muamalah, dan Transaksi Syariah.
ANALISIS COMMON SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH (Studi pada Laporan Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri tahun 2013) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.161 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.222

Abstract

AbstrakPenilaian terhadap kinerja suatu perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Penilaian ini tergantung dari tujuan para pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Salah satu analisis yang paling mudah dan sering digunakan dalam melakukan penilaian kinerja suatu perusahaan adalah analisis Common Size atau yang dikenal juga dengan istilah analisis vertikal. Dimana analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan data-data keuangan yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan dengan total aktiva ataupun passiva pada laporan neraca atau dengan total pendapatan pada laporan laba-rugi. Hasil dari analisis common size pada laporan keuangan Bank Syariah Mandiri diketahui bahwa kinerja dan keuangan BSM dalam kondisi kurang optimal, data-data di aktiva yang mengalami kenaikan, seperti kas dan setara kas mengalami kenaikan sebesar 4,87% dan yang mengalami penurunan, seperti pinjaman qardh yang turun sebesar -2,63%. Sedangkan pada data-data di passiva yang mengalami kenaikan, seperti simpanan wadiah yang naik sebesar 0,73% dan yang mengalami penurunan, seperti liabilitas segera yang turun sebesar -0,20%. Untuk sisi Laporan Laba-Rugi berdasarkan analisis common size yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kinerja keuangan PT Bank Syariah Mandiri periode 2013 dan 2012 adalah kurang baik. Meskipun pendapatan operasional perusahaan mengalami peningkatan, namun laba usaha yang diperoleh mengalami penurunan karena perusahaan kurang mampu melakukan pengefisienan dalam mengelola asset yang dimilikinya sebagai beban usaha untuk mendapatkan keuntungan.Kata kunci: Analisis, Common Size, Laporan Keuangan AbstractAssessment of the performance of a company can be done in various ways and methods. This assessment depends on the purpose of the parties interested in the company. One analysis of the most convenient and frequently used in assessing the performance of a company is the analysis of Common Size or also known as vertical analysis. Where this analysis is done by comparing the financial data contained in a financial statement with the total assets or liabilities on the balance sheet or the total income in the income statement. Results of a common size analysis of the financial statements of Bank Syariah Mandiri is known that the performance and financial BSM in less than optimal conditions, the data on assets that have increased, such as cash and cash equivalents increased by 4.87% and the decline, such as loans qardh which fell by -2.63%. While the data on the increased liabilities, such as deposits wadiah which rose by 0.73% and is decreased, as soon liabilities which fell by -0.20%. For the Income Statement based on common size analysis that has been done, it can be seen that the financial performance of PT Bank Syariah Mandiri period in 2013 and 2012 are not good. Although the company's operating revenues have increased, but operating profit gained decreased as companies are less able to do efficiency in managing its assets as operating expenses for profit. Keywords: Analysis, Common Size, Financial Statements
Etika Bisnis Islam: Konstruksi Nilai Keseimbangan Dan Kemanusiaan Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.076 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v10i2.3369

Abstract

AbstrakEkonomi Islam memberikan tuntunan kepada manusia agar dapat menerapkan etika dalam semua aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam kegiatan ekonomi atau bisnis. Etika sangat penting untuk mengatur dan memberikan arahan kepada para pelaku bisnis akan hal-hal  yang baik atau buruk, boleh atau dilarang dan benar atau salah dalam menjalankan kegiatan bisnisnyaa. Etika bisnis dalam ekonomi Islam terkandung dalam semua aspek, baik produksi, konsumsi maupun distribusi. Apabila etika bisnis diterapkan ke dalam semua kegiatan bisnis, maka secara langsung akan dapat menciptakan keseimbangan dan kesejahteraan bersama (maslahah) yang bermuara pada tercapainya kesejahteraan hakiki baik dunia maupun akhirat (falah). Kata Kunci : Etika, Bisnis, Islam, Maslahah, Falah.AbstractIslamic Economics provides guidance to humans in order to apply ethics in all aspects of life, including economic or business activities. Ethics is very important to regulate and provide direction to business people about things that are good or bad, may or are prohibited and true or false in carrying out their business activities. Business ethics in Islamic economics is contained in all aspects, both production, consumption and distribution. If business ethics is applied to all business activities, it will directly create balance and mutual welfare (maslahah) which leads to the achievement of the essential welfare of both the world and the hereafter (falah).Keywords: Ethics, Business, Islam, Maslahah, Falah.
Perlakuan PSAK 107 Terhadap Produk Gadai Emas di Bank Jabar Banten (BJB) Syariah wartoyo wartoyo; David Viansyah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.937 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.668

Abstract

Abstrak Produk gadai emas pada perbankan syariah merupakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas dengan mengikuti prinsip gadai. Emas tersebut ditempatkan dalam penguasaan dan pemeliharaan bank. Akad yang digunakan dalam gadai syariah yaitu akad qardh, akad rahn dan akad ijarah. Penerapan biaya ijarah pada setiap Bank Syariah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda, hal tersebut karena Bank Indonesia tidak mengatur bagaimana perhitungannya, maka hal itu memberikan suatu kebebasan bagi bank syariah untuk menentukan metode perhitungan biaya ijarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan PSAK 107 pada produk gadai emas, apakah akuntansi gadai emas pada perbankan syariah telah sesuai dengan PSAK 107 atau sebaliknya PSAK 107 memiliki kekurangan dalam penerapan akuntansi pada produk gadai emas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan akuntansi gadai emas syariah khususnya pada akad ijarah di BJB Syariah KCP Jatibarang yang diatur pencatatan dalam SK : 102/SK/DIR-BSS/2011 sudah memenuhi perlakuan akuntansi menurut PSAK 107, baik dalam hal  penyusutan, pendapatan sewa, beban, piutang, biaya perbaikan, penyajian dan pengungkapan. Sedangkan mengenai, biaya perolehan, jual-dan-ijarah, ijarah lanjut, dan perpindahan kepemilikan objek ijârah dalam ijârah muntahiya bi al-tamlîk tidak berlaku pada akad atau akuntansi ijarah yang berada pada transaksi gadai. Akad ijarah yang menjadi salah satu akad pada gadai emas syariah sebaiknya diubah dengan akad wadiah yad-amanah, karena objek ijarah atau barang yang disewakan untuk nasabah merupakan suatu aset inventaris tetap milik suatu perbankan yang berupa brankas penyimpanan untuk emas yang menjadi objek gadai. Kata kunci: PSAK 107, gadai emas, ijarah              Abstract                Gold mortgage product on Islamic banking is a financing facility with collateral in the form of gold by following the principles pledge. Gold is placed in the control and maintenance of the bank. Akad used in syariah pawn is qardh, Rahn contract and the contract of Ijarah. The application fee at any Bank Syariah Ijarah has a different mechanism, it is because Bank Indonesia does not regulate how the calculation, it gives a freedom for Islamic banks to determine Ijarah fee calculation method. The purpose of this study to determine the treatment of SFAS 107 on a gold mortgage products, whether the accounting gold pawn on Islamic banking in accordance with SFAS 107 or SFAS 107 otherwise lacking in the application of accounting on a gold mortgage products. The methodology used in this study is a qualitative method of data collection techniques are observation, interviews and documentation. From the results of the study showed that the accounting treatment of gold pawn sharia, especially in the contract of Ijarah in BJB Syariah KCP Jatibarang set recording in SK: 102 / SK / DIR-BSS / 2011 already meet the accounting treatment under SFAS 107, both in terms of depreciation, rental income, load, accounts receivable, cost of repairs, presentation and disclosure. As for the costs of acquisition, sale-and-Ijara, Ijara further, and transfer of ownership of the object in the Ijarah Ijarah muntahiya bi al-Tamlik not apply to the accounting Ijara contract or who are at pawn transactions. Akad Ijarah which became one contract on gold pawn sharia should be amended with the agreement wadiah yad-trust, because the object of Ijara or goods that are rented to customers is an asset inventory and equipment owned by a bank in the form of a safety deposit box for gold which becomes the object of pledge. Keywords: PSAK 107, pawning gold, Ijara 
RIBA DAN BUNGA BANK (Studi Komparatif Pemikiran Abdullah Saeed dan Yusuf Qardhawi) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.682 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.209

Abstract

AbstrakDiskursus mengenai riba seolah tidak pernah ada titik akhirnya. Sejak dari masa Sahabat, hingga ulama kontemporer. Terlebih lagi ketika muncul ketika muncul lembaga perbankan berbasiskan syari’ah, yang pendiriannya, salah satunya disebabkan oleh adanya interpretasi dari kelompok ulama konservatif yang memandang bahwa operasional bank konvensional yang berdasarkan bunga adalah haram, karena sama dengan riba. Sedangkan para ulama modernis, yang menganggap bunga bank konvensional tidaklah bisa dihukumi sebagai riba, sebab bagi mereka, wacana riba harus didudukkan terlebih dahulu ke dalam konteks kekinian dan kemaslahatan umat saat ini. Menurut pandangan Ulama Modernis seperti Abdullah Saeed, bahwa riba yang diharamkan Islam adalah riba yang menyebabkan ketidakadilan, dengan berpijak pada statemen lā taźlimūna wa lā tuźlāmūn, dan berimplikasi pada bolehnya bunga bank, yang menurutnya tidak meninbulkan akibat seburuk itu. Sedangkan menurut Yûsuf Al-Qaradhāwi, penjelasan riba sudah selesai, yaitu seperti yang dijelaskan dalam nash, setiap penambahan pada pokok pinjaman dikarenakan adanya penangguhan waktu pembayaran,yang ditetapkan sebelumnya. implikasinya, bunga bank adalah sama dengan riba, yaitu haram, karena jelas-jelas terdapat tambahan selain nilai pokoknya. hal ini sesuai dengan statemen dalam Al-Qur’an fa lakûm ru’ūsu amwālikû. Baginya, tambahan sedikit atau banyak itu tetap riba, karena yang banyak dilarang secara mutlak, sedangkan yang sedikit dilarang karena akan menjadi jalan kepada riba yang besar.Kata Kunci : Riba, Bunga Ba.nk, Keadilan dan Ulama Abstract               The discourse on usury as if there never was an end. Since from the time of Companions, until contemporary scholar. Moreover, when it appeared when it emerged shariah-based banking institutions, the establishment, one of which is caused by the interpretation of a group of conservative scholars who believe that conventional bank operations are based interest is haram, because together with usury. It is certainly contrary to the views of modernist scholars, who consider the interest of conventional banks can not be judged as usury, because for them, the discourse of usury to be seated prior to the current context and the benefit of the people today. From the research found an answer to the problems that were examined, that in the view of Abdullah Saeed, that usury is forbidden Islam is usury that causes injustice, the basis of the statement la taźlimūna wa la tuźlāmūn, and implications for the bank interest, which he did not caused due to bad it. Meanwhile, according to Yusuf al-Qaradawi, an explanation of usury has been completed, ie as described in the texts, any additions to the loan principal due to the suspension of the payment period, which is predetermined. implications, bank interest is the same as usury, which is forbidden, because obviously there is in addition to their principal amount. this is in accordance with the statements in the Qur'an fa Lakkum ru'ūsu amwālikû. For him, the extra bit or a lot of it still usury, because of which many are prohibited absolutely, while the bit is prohibited because it would be a great way to usury.Keywords: Usury, Interest, Justice and Scholars
Akuntansi Syari’ah : Sebuah Tinjauan Historis Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.459 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.236

Abstract

AbstrakTinjauan historis yang membahas tentang latar belakang kemunculan akuntansi syari’ah tidak lepas dari tinjauan kondisi akuntansi yang ada di tanah jazirah Arab sebelum Islam. Dalam literatur sejarah peradaban bangsa Arab, perhatian bangsa Arab sangat besar terhadap perdagangan. Kerena itu, mereka telah menggunakan dasar-dasar penggunaan akuntansi yang bertujuan untuk menghitung transaksi mereka serta mengetahui perubahan-perubahan dari jumlah aset. Jadi konsep akuntansi waktu itu dapat dilihat pada pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik yang sesuai dengan aturan penjumlahan. Untuk mengerjakan pembukuan ini, ada yang dikerjakan oleh pedagang sendiri dan ada juga yang menyewa akuntan khusus. Pada waktu itu, seorang akuntan disebut katibul amwal (pencatat keuangan).Keyword : Akuntansi, Syari’ah, Muhasabah.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aan Djaelani Aan Jaelani Aan Jailani Abdul Aziz Abdul Aziz Abdul Aziz Abdul Ghoni Abdul Ghoni Abdul Rosyid Abdul Wadud Kasyful Anwar, Abdul Muiz Agustin, Safira Agustina, Riyana Ainun, Ayi Siti Ali Arifin Alvien Septian Haerisma Alya Fauzi Zaizafun Amalia Habibah, Sabrina Amalia, Tia Anita Trisiana Anita Trisiana, Anita Anton Bawono Anton Sudrajat Anwar, Abdul Muiz Abdul Wadud Kasyful Apriliyani, Feni Aris Budiman Arya Kemuning Asieh, Ikeu Triana Yulie Asni Komalasari Awaliya Rahma, Tiara Ayus ahmad Yusuf Ayus Ahmad Yusuf Azizan Sentosah Hutabarat Bahjatulloh, Qi Mangku Bakhri, Syaeful Catur Wahyudi, Catur Chairunnisa Chairunnisa David Viansyah Diana Djuwita, Diana Disuma, Anggara Dwi Safitri, Dwi Fadilah, Dimas Fajriyatin, Fajriyatin Faridah Irmayanthy Farrakhan, Soulthan Akbar Fatinah, Lulu Fauzan Feri Hardiyanto Fitria Eka Permata Ghozali, Mohamad Hafif, Alimul Halla Novitasari Hamdalah, Nurul Hanami, Azzahra Septia Haqqiquddin Rokhmatulloh, Muhammad Raisa Hendra Yulia Rahman Heru Cahyono Hikam Muhtadi Zuhdi Inarawi, Wiwi Iqbal Noor Iqbal, Moh Irsad Iskandar zulkarnaen, Mohamad Istighfarah, Istighfarah Jakaria, Dandy Jannah, Isroqtul Joni Kusumadewi, Rita Layaman Layaman Layaman Layaman Layaman Layaman Layaman, Layaman Lestari, Ayu Gumilang Lisa Pratiwi Listriyani, Futri Lukman Lutfiyanti, Lutfiyanti Makmuri Ahdi Maulidina, Devrina Meilinda, Shinta Melandari, Esta Meutia, Nova Gina Mohammad Subkhan Mubarok Fatahillah Muhammad Khairul Umam Mulsim, Muhammad Irfai Munjat, Ma'mur Mutadi Mutadi, Mutadi Muztahidin, Muhamad Nabila, Putri Nila Ernila NINING WAHYUNINGSIH Nova Gina Meutia Noval Kurnia Novi Nur Azizah Novitasari, Halla Nur Eka Setiowati, Nur Eka Nur Eka Setyowati Nur Fithriya, Milla Nur Haida Nur Haida Nur Haida Nur Haida, Nur Nur Kholis Nur Syam Nurrohmah, Faiza Intan Nursusilo Wati, Shinta Julia NURUL WULANDARI Pelitawati, Eva Prastyo, Dony Purwati, Poni Qi Mangku Bahjatulloh Raihan Yahya Ismail Ridwan Widagdo Rifqi Muthoharul Janan Rismaya, Erin Rochanda Wiradinata Rokhmat Subagiyo Rosviana, Mohammad Irfan Saefulloh , Eef Saefulloh, Eef Sari, Ama Farida Sherly Nur Jamila Sigit Nurhendi Silviya Maharani Siti Supeni Solikhul Mujab Soviana, Dina Sri Rokhlina Sari Sri Rokhlinasari Sukarnoto, Toto Sutoyo Sutoyo Ulfain Usman Usman Usman Usman Whardana, Karisma Kusuma Wihan Aria Tinandi Wiyani, Silva Yetti, Febri Delmi Zaizafun, Alya Fauzi