Penggunaan media sosial yang intensif telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan remaja, namun dampaknya terhadap kesehatan fisik dan pola tidur masih menjadi perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan fisik dan pola tidur remaja di MTs DDI 2 Bungkutoko Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (non-eksperimental tanpa intervensi). Sampel penelitian berjumlah 51 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari total populasi 104 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, meliputi kuesioner intensitas media sosial, kuesioner SF-36 untuk kesehatan fisik, dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk pola tidur. Analisis statistik bivariat dilakukan menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank Correlation (alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah korelasi negatif yang kuat antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan fisik remaja (r = -0,730; p = 0,000). Selain itu, ditemukan hubungan signifikan dengan arah korelasi negatif yang cukup kuat antara intensitas penggunaan media sosial dengan pola tidur remaja (r = -0,577; p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang nyata di mana semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, maka semakin buruk kondisi kesehatan fisik dan kualitas pola tidur remaja. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi literasi digital secara bijak sebagai strategi preventif dalam menjaga kesehatan remaja.
Copyrights © 2026