Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi terbukti mampu memenuhi kebutuhan nutrisi serta meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi penyakit. Selain itu, Air Susu Ibu (ASI) membantu membangun ikatan psikologis antara ibu dan bayi serta mendukung pencapaian target SDGs. Data cakupan ASI eksklusif di Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Lampung Tengah masih dibawah target yaitu sebesar 76,9%. Kegagalan pemberian ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi ASI, salah satunya adalah teknik pijat refleksi laktasi marmet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi laktasi marmet terhadap kelancaran air susu ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Poncowati Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sampel berjumlah 28 ibu menyusui pasca bersalin yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner produksi ASI. Intervensi pijat refleksi laktasi marmet diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 10-15 menit. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh pijat refleksi laktasi marmet terhadap kelancaran air susu ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Poncowati Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 (ρ-value=0,000). Dapat disimpulkan bahwa pijat refleksi laktasi marmet efektif dalam membantu ibu menyusui meningkatkan produksi ASI secara optimal. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan menambah jumlah sampel dan mempertimbangkan karakteristik paritas responden sebagai variabel yang dianalisis secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026