Pergeseran fungsi makrame dari benda pakai menjadi instalasi seni monumental menuntut pemaknaan baru dalam wacana kriya kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif dan elemen estetis dalam karya makrame kontemporer Agnes Hansella. Fokus kajian diarahkan pada transformasi kriya serat menjadi medium ekspresi seni melalui dialog intuitif dengan material, perwujudan estetika monumental dan industrial, serta reposisi praktik kriya tekstil dalam konteks pasca tradisi di Indonesia. Metode kualitatif dengan pendekatan Art Based Research digunakan untuk mengeksplorasi karya makrame Agnes Hansella sebagai subjek penelitian. Sumber data primer meliputi dokumentasi visual, pernyataan seniman, dan rekam jejak digital yang diperkuat dengan studi literatur. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi, kategorisasi, serta sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Agnes Hansella bersifat non linear yang mengutamakan eksperimentasi teknis dan material. Estetika yang dihasilkan mencerminkan sintesis antara nilai tradisional nusantara dengan kompleksitas bentuk industrial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya makrame kontemporer Agnes Hansella merupakan bentuk perlawanan terhadap dehumanisasi teknologi digital dengan cara memperkuat kembali aspek ketubuhan dan materialitas dalam seni kriya. Hal tersebut sekaligus memosisikan kembali makrame sebagai media seni yang relevan dalam perkembangan seni rupa kontemporer nusantara
Copyrights © 2026