Limbah minyak jelantah merupakan permasalahan lingkungan yang belum ditangani secara optimal oleh masyarakat, termasuk di Desa Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Sebagian besar warga masih membuang minyak jelantah sembarangan meskipun desa ini telah memiliki program sedekah jelantah yang belum berjalan maksimal, dengan hanya sekitar 10% masyarakat yang teredukasi dan berpartisipasi aktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah minyak jelantah secara bertanggung jawab melalui kolaborasi dengan Rumah Sosial Kutub. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi tatap muka, penyuluhan bahaya minyak jelantah, dan pengumpulan jelantah berbasis komunitas yang melibatkan 1.300 kepala keluarga dari 3 RW dan 20 RT sebagai sasaran, dengan kuesioner kepada 122 responden sebagai alat evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi warga dalam program sedekah jelantah dan berhasil mengumpulkan 10 liter minyak jelantah selama tiga bulan yang disalurkan untuk produksi biofuel ramah lingkungan oleh mitra.
Copyrights © 2026