Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dan guru dalam menanamkan budi pekerti pada anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Pasar Kemis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman budi pekerti berkembang melalui pembiasaan dan keteladanan yang berfokus pada aspek kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab. Orang tua berperan sebagai pendidik utama melalui penerapan kebiasaan positif, pemberian kepercayaan kepada anak, serta pendampingan dalam kehidupan sehari-hari. Guru berperan sebagai teladan, pembimbing, dan fasilitator melalui rutinitas kelas, aturan sekolah, serta pembelajaran yang terstruktur. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan penanaman budi pekerti sangat dipengaruhi oleh sinergi antara keluarga dan sekolah melalui komunikasi yang efektif dan konsistensi penerapan nilai-nilai moral. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan pola asuh, keterbatasan waktu orang tua, dan pengaruh lingkungan, kolaborasi yang baik antara orang tua dan guru terbukti mampu memperkuat pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Copyrights © 2026