Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru PAUD dalam menerapkan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) dan media konvensional serta memaknai kontribusinya terhadap retensi budaya lokal Lamongan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif yang berfokus pada pengalaman subjektif (lived experience) guru sebagai pelaku langsung proses pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di lingkungan PAUD/TK Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Informan penelitian terdiri atas dua guru PAUD yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun serta pernah menerapkan media pembelajaran berbasis AI dan konvensional. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan didukung oleh kajian literatur serta dokumen relevan. Analisis data dilakukan dengan mengadaptasi model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengalaman informan, media pembelajaran berbasis AI dipandang lebih mampu menarik perhatian, meningkatkan motivasi, memperkuat pemahaman konsep, serta mendukung ingatan anak terhadap budaya lokal melalui penyajian visual, audio, dan interaktif. Sementara itu, media konvensional memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui interaksi langsung dan stimulasi motorik anak.
Copyrights © 2026