Budaya literasi cukup lama berkembang dan memiliki makna dari waktu ke waktu mengalami perubahan sehingga budaya literasi didefinisikan dengan cakupan yang luas, maka dari itu anak usia dini perlu adanya penanaman kecakapan hidup ( life skill) agar potensi kecerdasan yang dimiliki anak semakin optimal. Penanaman life skill sejak usia dini biasa dilakukan dengan cara memberikan pendampingan dan pengasuhan serta memberikan stimulasi yang tepat agar dapat membantu tumbuh kembang anak . Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang strategi yang digunakan guru dalam membangun budaya literasi melalui kegiatan bermain berbasis enam literasi dasar serta bagaimana kegiatan yang sudah diterapkan guru dapat menstimulasi dan membentuk life skill anak usia dini di TK TA Suwawal 04. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan responden peserta didik di Lembaga TK TA Suwawal 04 usia 4-5 tahun dengan jumlah peserta didik 20 anak . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya litearasi melalui kegiatan bermain yang berbasis enam literasi dasar memiliki tingkat regulasi emosi dan kemampuan memecahkan masalah lebih tinggi dibandingkan anakk yang dipaksa belajar calistung . di Lembaga tempat penelitian sudah menerapkan melalui kegiatan bermain. Melalui kegiatan bermain guru dapat menstimulasi anak-anak terkait enam literasi dasar sehinnga penanaman life skill dapat berkembang dengan optimal.
Copyrights © 2026