Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengasuhan ganda oleh orang tua dan nenek terhadap perkembangan emosional anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto yang dilakukan di lima TK Pertiwi Kecamatan Kaligondang dengan jumlah sampel 35 yang dipilih melalui teknik cluster sampling dengan kriteria anak dengan pengasuhan ganda oleh orang tua dan nenek. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan ganda tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan emosional anak dengan nilai signifikansi sebesar 0,276 (> 0,05). Selain itu, hubungan antar variabel tergolong rendah dengan koefisien korelasi sebesar -0,222. Temuan ini menunjukkan bahwa pengasuhan ganda bukan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan emosional anak, melainkan lebih dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan seperti konsistensi, responsivitas, dan kestabilan lingkungan emosional. Kolaborasi antara orang tua, nenek, dan guru dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang konsisten dan suportif bagi perkembangan emosional anak. Dengan demikian, perhatian utama tidak hanya pada bentuk pengasuhan, tetapi juga pada kualitas interaksi emosional yang diberikan kepada anak.
Copyrights © 2026