Riset ini membahas tentang kemampuan anak usia dini yang masih rendah dalam mengenali huruf hijaiah. Terjadinya hal tersebut disebabkan oleh belum berkembangnya penguasaan literasi dasar bahasa Arab secara optimal. Data awal menunjukkan bahwa hanya 2 dari 12 anak yang mencapai kriteria ketuntasan. Rancangan riset ini mengimplementasikan Penelitian Tindakan Kelas dari teori Kemmis serta McTaggart dengan menggunakan dua siklus. Fokus pengamatan diarahkan pada 12 peserta didik dalam kelompok usia 4-5 tahun. Prosedur penghimpunan data direalisasikan lewat observasi, dokumentasi dan pembedahan data memakai metode deskriptif kualitatif sekaligus perhitungan kuantitatif berbasis persentase. Temuan empiris mengonfirmasi terjadinya eskalasi capaian yang semula 16,7% pada pra-tindakan, tumbuh menjadi 41,7% di gelombang Siklus I hingga menyentuh akumulasi optimal sebesar 83,3% pada Siklus II. Penggunaan balok hijaiah berwarna terbukti memfasilitasi gaya belajar kinestetik dan visual anak secara efektif sehingga memungkinkan mereka untuk membedakan struktur ortografi yang memiliki kemiripan (seperti ba, ta, tsa). Kesimpulannya, integrasi media konkret manipulatif sangat krusial dalam mengembangkan kemampuan kognitif serta literasi awal anak pada pengenalan huruf hijaiah.
Copyrights © 2026