Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara temuan neurosains perkembangan dengan praktik pembelajaran di PAUD, khususnya dalam pemanfaatan media puzzle yang belum terstruktur secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan neurosains dalam penggunaan media puzzle serta dampaknya terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di TK Annur 2 Yogyakarta. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media puzzle yang diimplementasikan secara berbasis neurosains mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak secara signifikan, meliputi pemecahan masalah (kategori Berkembang Sangat Baik), serta kemampuan klasifikasi, logika berpikir, konsentrasi, dan kemandirian (kategori Berkembang Sesuai Harapan). Aktivitas puzzle terbukti mengaktifkan fungsi eksekutif, meningkatkan keterlibatan belajar, serta memperkuat memori melalui mekanisme pengulangan dan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan demikian, pendekatan neurosains dalam penggunaan media puzzle efektif sebagai model pembelajaran inovatif dalam pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026