Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya implementasi pendekatan STEAM pada anak usia 1–2 tahun, khususnya dalam pengembangan kemampuan motorik halus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan proyek berbasis STEAM serta perannya dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia 1–2 tahun di Bee Bee Gym Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak usia 1–2 tahun serta guru sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan proyek berbasis STEAM dilakukan melalui aktivitas eksploratif seperti meremas, menyusun, menuang, dan merakit, yang dirancang secara terintegrasi dan menyenangkan. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan koordinasi mata dan tangan, kekuatan otot jari, serta keterampilan manipulatif anak. Selain itu, keterlibatan aktif anak dan pendampingan guru serta orang tua menjadi faktor pendukung keberhasilan stimulasi motorik halus. Dengan demikian, kegiatan proyek berbasis STEAM terbukti memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini.
Copyrights © 2026