Perkembangan emosional merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan keluarga. Anak usia dini dari keluarga tidak utuh berisiko mengalami hambatan perkembangan emosional sehingga memerlukan dukungan dan pendampingan dari guru di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam mendukung perkembangan emosional anak usia 5–6 tahun dari keluarga tidak utuh di TK Pertiwi 49 Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas dua anak usia 5–6 tahun, guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendamping emosional, motivator, konselor, teladan, serta pengganti orang tua melalui pendekatan yang responsif dan empatik. Pendekatan tersebut membantu anak merasa lebih aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendukung kemampuan regulasi emosi sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan emosional guru menjadi faktor penting dalam mendukung kesejahteraan emosional anak rentan di lembaga PAUD.
Copyrights © 2026