Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problem pedagogis narasi Isrā’īliyyāt dalam kisah populer Nabi Ayyub pada anak usia dini. Penelitian dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa penyampaian kisah nabi kepada anak usia dini selalu berdampak positif terhadap pembentukan moral dan religiusitas anak. Namun, anggapan tersebut tidak selalu berlaku ketika kisah nabi disisipi unsur Isrā’īliyyāt yang justru berpotensi menilmbulkan miskonsepsi akidah pada anak. Selain itu, menurut Jean Piaget, anak usia dini yang berada pada tahap praoperasional masih belum mampu berpikir kompleks, serta memiliki sifat sentrisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap 22 siswa RA Jam’iatul Mubtadiin Jenggawah dan 21 santriwati Pondok Pesantren Al-Bidayah Jember, serta dokumentasi dari berbagai literatur mengenai narasi Isrā’īliyyāt Nabi Ayyub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini lebih dominan mengingat penderitaan fisik dan penyakit kulit Nabi Ayyub, dibandingkan nilai kesabaran dan spiritualitas yang menjadi inti ibrah cerita. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran penerimaan ibrah akibat narasi Isrā’īliyyāt dan karakteristik anak usia dini yang belum memiliki berpikir kompleks serta cenderung fokus pada hal yang paling menarik perhatian mereka.
Copyrights © 2026