Kreativitas merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berperan dalam kemampuan menghasilkan ide, berimajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara mandiri. Hasil observasi awal di Raudhatul Athfal (RA) Fajar Shiddiq Kecamatan Medan Marelan menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5–6 tahun masih rendah, ditandai dengan kecenderungan anak mengikuti contoh yang diberikan guru dan kurang berani mengembangkan ide sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak melalui penggunaan media pasir warna. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 16 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, asesmen perkembangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase capaian perkembangan anak pada setiap siklus serta didukung analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase anak pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 8% pada pra siklus menjadi 19% pada siklus I dan mencapai 75% pada siklus II. Ketuntasan klasikal juga meningkat dari 31,25% menjadi 62,5% dan mencapai 93,75%. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan alternatif pembelajaran berbasis bermain yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak melalui aktivitas eksploratif, imajinatif, dan menyenangkan.
Copyrights © 2026