Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kecenderungan dan tingkat kecemasan perpisahan (separation anxiety), faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya kecemasan perpisahan, serta upaya guru dan orang tua dalam mendampingi anak usia 4 tahun selama masa transisi masuk kelas TK A di TK Islam Al-Azhar 10 Serang Banten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas dua anak usia 4 tahun yang masih menunjukkan kecemasan perpisahan setelah lebih dari tiga bulan bersekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan perpisahan muncul dalam bentuk dan intensitas yang berbeda. Subjek AH menunjukkan kecemasan perpisahan yang bersifat sementara, sedangkan subjek FA menunjukkan kecemasan perpisahan yang lebih persisten. Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya kecemasan perpisahan meliputi pengalaman emosional anak, kelekatan dengan orang tua, perubahan lingkungan dan masa transisi sekolah, kesiapan sosial-emosional, serta pola pengasuhan dan respons emosional orang tua. Upaya guru dilakukan melalui pendampingan emosional, pengalihan perhatian, pemberian rasa aman, dan kerja sama dengan orang tua. Sementara itu, orang tua membantu anak melalui komunikasi positif, rutinitas yang konsisten, dukungan emosional, dan koordinasi dengan guru.
Copyrights © 2026