Penelitian ini membahas pemanfaatan koleksi agama di Perpustakaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh. Masalah penelitian berangkat dari adanya perbedaan antara keterangan pembina perpustakaan yang menyatakan bahwa koleksi agama sering dimanfaatkan dan pengalaman anak yang menunjukkan bahwa koleksi tersebut masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pemanfaatan koleksi agama, mendeskripsikan faktor yang memengaruhi pemanfaatannya, serta mengetahui kendala pustakawan dalam memaksimalkan penggunaan koleksi agama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap satu pustakawan dan lima anak yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi agama masih sangat rendah. Selama Januari 2024 hingga Januari 2025, hanya terjadi 21 kali peminjaman terhadap 26 judul dari total 326 judul koleksi agama, dengan rasio penggunaan sebesar 7,97%. Faktor yang mendorong pemanfaatan koleksi adalah kegiatan pembinaan rohani. Kendala utama meliputi rendahnya minat baca anak serta keterbatasan jenis dan jumlah koleksi agama yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Copyrights © 2026