ABSTRACT Cognitive development among children at PAUD Permata Hati remains suboptimal, particularly in numeracy, classification, logical reasoning, sequencing, and active participation. This issue stems from conventional one-way teaching methods and excessive gadget screen time, which limit interactive educational play. Thus, this study implements the traditional game of congklak as an effective, interactive alternative media to stimulate early childhood cognitive skills. The study employs a Classroom Action Research approach conducted over two cycles, with each cycle consisting of three sessions involving 16 children aged 5–6 years, comprising 8 boys and 8 girls. Data collection techniques were conducted through observation and documentation. The results of the study showed an improvement in the cognitive development of children aged 5–6 years after the implementation of the traditional congklak game. The achievement percentage increased from 25% in the pre-cycle stage to 52% in Cycle I and reached 88% in Cycle II. This improvement was observed across various cognitive aspects, including numeracy skills, classification, problem-solving, sequencing, and active participation during learning activities. As the final achievement exceeded the predetermined success criterion (>75%), it can be concluded that the traditional congklak game is an effective learning medium for stimulating early childhood cognitive development, particularly in logical thinking, numeracy, and problem-solving skills. ABSTRAK Kemampuan kognitif anak di PAUD Permata Hati belum berkembang secara optimal, khususnya pada aspek numerasi, klasifikasi, logika nalar, urutan, dan partisipasi aktif. Masalah ini dipicu oleh proses pembelajaran konvensional yang monoton serta tingginya ketergantungan anak pada gawai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui permainan tradisional congklak. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tiga pertemuan dengan melibatkan 16 anak usia 5–6 tahun yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun setelah penerapan permainan tradisional congklak. Persentase capaian perkembangan meningkat dari 25% pada tahap pra-siklus menjadi 52% pada Siklus I dan mencapai 88% pada Siklus II. Peningkatan tersebut terlihat pada berbagai aspek kognitif, seperti kemampuan numerasi, klasifikasi, pemecahan masalah, pengurutan, dan partisipasi aktif anak selama pembelajaran. Dengan capaian akhir melebihi kriteria keberhasilan yang ditetapkan (>75%), dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional congklak merupakan media pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya dalam kemampuan berpikir logis, numerasi, dan pemecahan masalah.
Copyrights © 2026