Pendidikan karakter pada anak usia dini menghadapi tantangan akibat derasnya arus globalisasi dan minimnya media pembelajaran yang mengangkat kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas media audio visual “Warak Ngendog”, sebuah animasi digital berbasis legenda akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab di Semarang, dalam menanamkan karakter pada anak usia dini di RA Manda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental, model Nonequivalent Control Group Design, melibatkan 40 anak kelompok B (20 anak kelompok eksperimen dan 20 anak kelompok kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling. Media audio-visual berbasis video pembelajaran durasi 4 kali (Revisi) pertemuan. Data dikumpulkan menggunakan angket, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan uji Independent Sample t-test dan Paired Sample t-test menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor karakter pada kelompok eksperimen sebesar 20,6 poin (dari 64,0 menjadi 84,6), jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 5,57 poin (dari 64,03 menjadi 69,6), dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Peningkatan terjadi pada ketiga aspek karakter, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Dapat disimpulkan bahwa media audio visual “Warak Ngendog” efektif sebagai strategi inovatif untuk menanamkan karakter sekaligus melestarikan kearifan lokal pada anak usia dini.
Copyrights © 2026