Jurnal Silva Tropika
Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Silva Tropika

Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Potensi Perlindungan Hutan Tidak Langsung: Studi Kasus Pada Rentang Waktu Tertentu dari Bank Sampah Urban Dewan, Indonesia: Community Based Waste Management and Potential Indirect Forest Protection: A Time Series Case Study from Bank Sampah Urban Dewan, Indonesia

Hadi, Wirawan (Unknown)
Saputra, Muliyadi (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

ABSTRACT Community based waste management is increasingly recognized as a key component of circular economy transitions in developing countries. Its potential contribution to forest protection remains underexplored. This study aims to assess how the operational performance of a community-based waste bank reflects circular economy dynamics and its potential relevance for forest resource conservation study examines the role of waste banks as indirect instruments for forest resource conservation. The analysis is conducted at Bank Sampah Urban Dewan, a community waste bank in Indonesia,nal data from a community based waste bank system over the period 2021 – 2025. A time series approach is applied to examine trends in recovered waste, material composition, and participation adjusted recovery intensity (kg per customer per year). Results indicate that paper consistently represents the dominant recovered material, followed by plastic and cooking oil used. While total recovered waste increases over time, waste management intensity varies substantially, reflecting dynamic participation patterns. The dominance of paper recovery suggests a material substitution pathway, whereby increased availability of secondary fibers may reduce reliance on virgin forest-based resources. In this study, recovery intensity is employed as an operational proxy for circular economy performance and potential indirect forest pressure reduction. The findings highlight that waste bank can generate cross sector co-benefits beyond urban waste reduction, contributing to sustainable consumption and production (SDG 12), climate action (SDG 13), and life on land (SDG 15). Although causal impacts on deforestation are not quantified, the study provides empirical evidence supporting the integration of community-based waste management into broader forest and sustainability policies. This research advances the waste forestry nexus literature and offers a replicable analytical framework for assessing the indirect environmental benefits of circular economy interventions.   Keywords: community-based waste management, forest resource protection, sustainable development goals, waste bank       ABSTRAK Pengelolaan sampah berbasis komunitas semakin diakui sebagai komponen penting dalam transisi menuju ekonomi sirkular di negara-negara berkembang. Potensi kontribusinya terhadap perlindungan hutan masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana kinerja operasional sebuah bank sampah berbasis komunitas mencerminkan dinamika ekonomi sirkular serta relevansinya bagi konservasi sumber daya hutan, sekaligus mengkaji peran bank sampah sebagai instrumen tidak langsung dalam perlindungan sumber daya hutan. Analisis dilakukan di Bank Sampah Urban Dewan, sebuah bank sampah komunitas di Indonesia, menggunakan data operasional sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat selama periode 2021–2025. Pendekatan deret waktu (time series) diterapkan untuk mengkaji tren volume sampah yang dikelola, komposisi material, serta intensitas pengelolaan yang disesuaikan dengan tingkat partisipasi (kg per nasabah per tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kertas secara konsisten merupakan material yang paling dominan dipulihkan, diikuti oleh plastik dan minyak jelantah. Meskipun total sampah yang dikelola meningkat dari waktu ke waktu, intensitas pengelolaan sampah berfluktuasi secara signifikan, mencerminkan dinamika pola partisipasi masyarakat. Dominasi pemulihan kertas mengindikasikan adanya jalur substitusi material, di mana peningkatan ketersediaan serat sekunder berpotensi mengurangi ketergantungan pada sumber daya berbasis hutan yang bersifat primer. Dalam penelitian ini, intensitas pemulihan digunakan sebagai proksi operasional untuk kinerja ekonomi sirkular dan potensi pengurangan tekanan terhadap hutan secara tidak langsung. Temuan ini menegaskan bahwa bank sampah dapat menghasilkan manfaat lintas sektor yang melampaui pengurangan sampah perkotaan semata, dengan berkontribusi pada tujuan konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), aksi iklim (SDG 13), serta perlindungan ekosistem daratan (SDG 15). Meskipun dampak kausal terhadap deforestasi belum dapat dikuantifikasi secara langsung, penelitian ini memberikan bukti empiris yang mendukung integrasi pengelolaan sampah berbasis komunitas ke dalam kebijakan kehutanan dan keberlanjutan yang lebih luas. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai keterkaitan antara pengelolaan sampah dan kehutanan serta menawarkan kerangka analitis yang dapat direplikasi untuk menilai manfaat lingkungan tidak langsung dari intervensi ekonomi sirkular.   Kata kunci: bank sampah, pengelolaan sampah berbasis komunitas, perlindungan sumber daya hutan, tujuan pembangunan berkelanjutan

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

STP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

The tropical forest has a unique feature. Its biological and ecological diversity relies on a very complex and interrelated system. Managing the forest sustainably required a wide application in multiple scientific disciplines. Jurnal Silva Tropika is a periodic scientific article and conceptual ...